PSSI

PSSI
Indonesia

Kamis, 25 Agustus 2011

Asian underdogs sharpen form

With Asia's third qualifying round for the 2014 FIFA World Cup Brazil™ kicking off in a little over a week's time, a host of tune-ups were recently played.

Thailand and visiting Singapore drew 0-0 yesterday. The south-east Asian duo both face uphill opening tasks on 2 September, with the former travelling Down Under to challenge Australia and the latter facing an China PR side whom they have never beaten.

Despite the stalemate, the friendly provided both coaches with a last chance to take stock of their respective teams. Thailand coach Winfried Schaefer rested a series of key players and tested several fresh faces, but the home team still proved the dominant throughout, with Sompong Sorleb and Surat Sukha both coming close to opening the scoring on more than one occasion.

"Obviously finishing remains the main problem for us," Schaefer reflected. "We created several good chances to score but could not come up with goals. Furthermore, we need to improve our set-piece play, although overall we have made some progress."

Despite his side being on the back foot for the majority of the game, Radojko Avramovic was satisfied with Singapore’s performance. "The match is important for us to prepare against China," the Serbian said. "We saw some good things and there were also problems that we need to work on. It is difficult to play against China as they have some quality players, but we will go to Kunming and do our best to play our own game."
It is difficult to play against China as they have some quality players, but we will go to Kunming and do our best to play our own game.
Radojko Avramovic, Singapore coach
Indonesia, meanwhile, will enter their opener in Iran brimming with confidence after overcoming Palestine 4-1 on Monday in their penultimate warm-up. All five goals came in the second half, with Sulaiman Obaid putting the west Asians ahead on 49 minutes before Haryono drew the hosts level shortly afterwards. After veteran forward Christian Gonzalez gave the Indonesians the lead on 69 minutes, a brace by key striker Bambang Pamungkas in the closing stages earned them a spirited triumph.

Despite the resounding win, coach Wim Rijsbergen was at pains to point out that Indonesia must improve their teamwork if they are to counter the continent's elite. "Our players' top problem is ego," said the newly-appointed Dutchman. "We have to learn to play well as a team, and keep patient in keeping the ball and maintaining tempo. The players improved a lot in the second half, when they enjoyed more possession and were more pacy."

Elsewhere, striker Abdullah Deeb was twice on target as Jordan drew 3-3 against visiting Tunisia, a side who are 35 places above them on the FIFA/Coca-Cola World Ranking. The Jordanians conceded two penalties which allowed the Africans to come from behind to earn a share of the spoils, with the defensive errors ringing a warning note for their Iraqi coach Adnan Hamad.

"It is indeed an achievement for us to draw against Tunisia as they are among the best Africa teams," said Hamad, whose team are preparing to battle his native Iraq. "But we made some mistakes and we will try to fix them in the last friendly against Indonesia."

Kamis, 18 Agustus 2011

Slalu untukMU TimNas Garuda

AFF Cup 2010 telah berlalu, namun obor nasionalisme pun tetap dikobarkan. Hingga hari ini, kemerdekaan RRepublik Indonesia 66 masih terus menyala kobaran nasionalisme. Kali ini sepakbola Indonesia benar benar terangkat. Banyak pujian yang datang dari bintang bintang sepakbola, seperti Rio Ferdinand, dan Ryan Babel. Bahkan Rio Ferdinand di acount twitternya berjanji akan slalu mengingat hari jadi republik ini.

Inilah cermian bangsa kita yang sesungguhnya. Penuh mahakarya. Nasionalisme berlanjut hingga ajang penyisihan piala dunia 2014 Brazil. Indonesia yang digadang gadang lebih siap dalam Grup E terus memoles skillnya.

Semoga ini menjadi tonggak sejarah kebangkitan sepakbola tanah air tercinta Indonesia Raya. I hope it.

Selasa, 16 Agustus 2011

Regen Player Indonesia

PSSI Hidupkan Kompetisi Sepak Bola Usia Dini

Dalam rangka menjaring benih-benih pemain muda, PSSI berencana menggelar kompetisi usia dini antar Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI yang selama ini tidak berjalan.

"Kita sangat serius dalam penggalian pemain usia muda dengan konsep pendidikan usia dini. Kita akan aktifkan kembali pengurus-pengurus cabang PSSI," jelas ketua umum PSSI, Djohar Arifin di Jengga...la, Jakarta Selatan, kemarin, Senin (15/8/2011).

Menurut Djohar, dalam tiap provinsi ada puluhan pengurus cabang, itu tergantung jumlah kabupaten kotanya. Sehingga dalam sebuah provinsi bisa diadakan kompetisi antar usia dini.

"Pengurus cabang (Pengcab) PSSI selama ini tidak kebagian tugas, sehingga kita akan adakan kompetisi usia dini antar Pengcab dengan membawa bendera Pengcab," ucapnya.

Kompetisi tersebut berjenjang, mulai dari yang diselenggarakan provinsi, kemudian wilayah, dan Nasional. Sehingga nanti yang akan mewakili provinsi dalam kompetisi selanjutnya, bukan lagi mengambil pemain-pemain terbaik, tetapi Pengcab mana yang menang dalam kompetisi antar Kota/Kabupaten di sebuah provinsi.

"Contoh, Sumedang menjadi juara se-Jawa Barat. Jadi yang mewakili Jawa Barat bukan the best playernya tapi Pengcabnya," kata Djohar.

Bila pembinaan tersebut berjalan, kata Djohar Arifin, pelatih Tim Nasional akan mudah mencari pemain. Tidak seperti saat ini yang dilakukan secara serabutan.

"Nanti pelatih Timnas akan mudah mencari pemain, karena kita punya akademi. Tidak seperti saat ini mencari pemain terbaik, sehingga yang ada tidak Timnas seutuhnya. Semoga 2012 ini terwujud," ungkapnya.

Senin, 15 Agustus 2011

Cocok juga yaaa Menir Raymond

Pemain Timnas Klik dengan Metode Raymond

Pemain timnas senior mengaku merasa cocok dengan program peningkatan kebugaran yang diterapkan Raymond Verheijen. Demikian diungkapkan gelandang timnas senior Ahmad Bustomi.

Metode latihan yang diterapkan Verheijen sebelum bertolak ke Wales difokuskan kepada small games, melakukan tekanan, bertarung memperebutkan bola, serta memahami transisi. Menurut Bustomi..., program itu sangat membantu.

“Dia mengatakan kami butuh strong mentality. Jadi di saat kondisi fisik kita drop, kita bisa tetap fight hingga menit 90 di lapangan. Dia juga mengingatkan betapa pentingnya transisi dari bertahan ke menyerang dan juga sebaliknya,” ungkap Bustomi.

Kendati Verheijen sudah meninggalkan Solo, jajaran pelatih tetap akan melakukan konsultasi untuk meningkatkan stamina pemain. Verheijen sudah meninggalkan Indonesia untuk menangani Wales. Verheijen sempat mendampingi timnas senior sejak Jumat lalu.

“Sebenarnya saya ingin bergabung dengan Indonesia saat melawan Iran dan Bahrain. Namun, Wales membutuhkan saya untuk menghadapi pertandingan kualifikasi Euro 2012 melawan Montenegro dan Inggris,” kata Verheijen.

Sejarah TimNas Indonesia di PD 1938

Indonesia di Piala Dunia 1938

Sejarah persepakbolaan negeri ini dicatat dalam buku History of Java yang ditulis oleh Gubernur Jenderal Raffles, yang menyinggung kegemaran kaum pribumi terhadap sepak bola. Berangkat dari permainan bola dari rotan, jeruk bali atau buah kelapa yang dikeringkan. Sementara pada jaman pergerakan, Bung Karno ketik...a keluar dari penjara Sukamiskin langsung meminta ijin kepada M. Husni Thamrin, sebagai Pembina VIJ – Voetballbond Indonesisch Jakarta – cikal bakal Persija, untuk melakukan tendangan kehormatan dalam pertandingan di sana. Rakyat dan pemimpin negeri ini mempunyai kegemaran yang sama.

Sepak bola adalah suara rakyat, mungkin kalimat ini yang akan bisa menceritakan bahwa sportifitas dan kemampuan menjadi jalan mencapai goal atau tujuan. Ketika semua berharap kepada tim kesebelasannya, merekapun menilai kemampuan permainannya dan tak lupa berharap bola yang didapat mampu digiring mencapai tujuan bersama. Tujuan penonton dan pemainnya.

Mungkin seperti inilah cermin “tim kesebelasan” yang kita daulat menjadi pemimpin negeri ini, namun sayang tak ubahnya dengan tim kesebelasan sepak bola negeri ini yang hanya mempunyai sejarah panjang namun belum mempunyai catatan keberhasilan yang panjang pula. Padahal para rakyat yang merangkap sekaligus penonton sangat berharap sportifitas pemangku kuasa dan “tim” pengkritiknya mampu memberikan gol-gol yang menakjubkan.

Dan hal yang juga tak terduga, dari sejarah lahirnya organisasi persepak bolaan kita yaitu Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang lahir di bulan April 1930, bahwa inilah organisasi olahraga yang pertama menggunakan nama Indonesia dan ini terjadi jauh sebelum Indonesia Merdeka. PSSI menjadi wadah persatuan klub-klub yang pada masa tersebut banyak tersebar di seluruh tanah air. PSSI untuk pertama kalinya diketuai oleh Soeratin Sosrosoegondo, seorang insinyur lulusan Jerman yang lama tinggal di Eropa.
Klub SVVB Batavia, 1929

Minggu, 14 Agustus 2011

Verheijen Tinggalkan Pelatnas

Raymond Verheijen Tinggalkan Pelatnas PPD

Minggu, 14 Agustus 2011 13:51 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pelatih fisik asal Belanda yang didatangkan ke Indonesia, Raymond Verheijen, meninggalkan pelatnas timnas Pra Piala Dunia (PPD) 2014 untuk kembali menjalani tugas utamanya yaitu sebagai pelatih fisik timnas Wales.

Media Officer Timnas Indonesia, Desy Christina dalam siaran persnya yang diterima ANTARA, Ahad (14/8), mengatakan sebenarnya Raymond Verheijen ingin bergabung dengan timnas Indonesia hingga pertandingan melawan Iran, 2 September dan Bahrain 6 September nanti.

"Sore ini Verheijen bertolak dari Solo untuk kembali melatih Wales yang juga akan menghadapi pertandingan 'European Qualifiers'," katanya.

Konsultan fisik timnas Merah Putih yang dikontrak PSSI dengan sistem fee-based ini selama satu hari kemarin, Sabtu (13/8), telah mengembleng Ahmad Bustomi dan kawan-kawan di Stadion Manahan Solo dimana timnas menjalani pelatnas.

Beberapa materi untuk meningkatkan kondisi fisik pemain sebelum turun dipertandingn resmi diberikan mulai dari "pressure, small games, fighting for the ball dan ball transition".

Meski telah ditinggal konsultan pelatih fisik Raymond Verheijen, jajaran pelatih yang dipimpin oleh Wim Rijsbergen akan terus melakukan komunikasi harian agar perbaikan stamina pemain lebih cepat.

Sementara itu asisten pelatih timnas Liestiadi mengaku hingga saat ini ada 20 persen dari 30 pemain yang menjalani pelatnas yang fitnes levelnya masih belum maksimal. Untuk itu dibutuhkan program latihan yang efektif dan terperinci.

"Jika dibandingkan dengan level PPD benua Asia lainnya, kita masih berada dilevel medium. Jadi butuh meningkatkan stamina minimal 30 persen dari sekarang," katanya.

Peningkatkan stamina, kata dia, salah satunya dengan meningkatkan porsi latihan. Idealnya latihan dilakukan dalam dua kali sehari. Hanya saja untuk saat ini baru dilakukan sekali agar kondisi pemain tetap fit dibulan Ramadan ini.

Timnas Indonesia akan terus menjalani pemusatan latihan di Solo Jawa Tengah hingga menjelang keberangkatannya ke Jordania untuk menjalani pertandingan uji coba 27 Agustus nanti.

Sebelumnya, Firman Utina dan kawan-kawan dijadwalkan menjalani dua ujicoba lainnya yaitu melawan timnas U-23, 18 Agustus dan melawan timnas Palestina, 22 Agustus. Kedua pertandingan ini dilaksanakan di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah.

Rabu, 10 Agustus 2011

Merahkan Senayan




Hai guys ketemu lagi akhirnya TimNas Indonesia pada Top Peformence, jelang laga Putaran 3 Penyisihan Grup ini, persiapan Indonesia makin mantap saja. Uji coba Internasional pun sudah dijadwalkan, yakni kita akan bertandang ke kandang Jordan di Amman, Jordania pada tanggal 27 Agustus 2011. Masyarakat banyak berharap dari hasil uji coba ini. Ini dilakukan agar semua persiapan kita cleer jelang menghadapi tim tim Arab di Grup E nanti.

Di Jordan mungkin nanti kita akan dapat belajar banyak dengan peta kekuatan Tim Arab. Penghuni Grup E ini juga merasa saat ini unggulan pertama di Grup E bukanlah Iran, melainkan INDONESIA, itulah kata captain TimNas Bahrain, yang mungkin pernah merasakan dashyatnya main di SU-GBK, Senayan Jakarta saat AFC 2007 lalu. Anggota Grup E sendiri adalah Iran, Qatar, Bahrain, dan Indonesia. Untuk Qatar yang sedikit gentar juga, mereka mengambil pelatih dari Brazil dan baru akan melakukan TC tgl 15 Agustus mendatang. Untuk Iran sendiri akan melakukan Uji coba Internasional melawan Oman yang notabene sudah pernah menghadapi Indonesia di Piala Kemerdekaan tahun 2001 silam.
Untuk kabar dari tanah air sendiri adalah 26 pemain yang telah mengikuti pelatnas mulai tanggal 4 kemarin akan ditambah dengan beberapa nama diantaranya adalah Hariono, dan penjaga gawang I Made Irawan. Kabar menggembirakan lagi adalah 6 pemain naturalisasi siap dan paspor sudah jadi tinggal menunggu keputusan presiden dan pelantikannya oleh mentri hukum tgl 15 mendatang. Dari kabar pelatnas datang. Pelatnas dilakukan di Cilegon Banten. Dihari puasa ini mereka berlatih dengan semangat.

Uji coba TimNas Indonesia akan dimainkan di Jordan. Semoga bisa membawa berkah puasa yang baik. Demi mnejelang melawan Iran di Teheran 2 September mendatang. Dan menjamu Bahrain 6 September distadion tercinta Gelora Bung Karno yang terkenal angker dan rekor TimNas belum pernah terkalahkan dikandang mulai dari tahun lalu.


Good Luck TimNas Indonesia :) Kami siap MERAHKAN SENAYAN!!

Jumat, 05 Agustus 2011

Kebersamaan dengan Dia

Kemarin mrpkn hari yg bakal gw inget. Ada seseorang cewe yg di SMA ini baru gw kenal. Sejak gw kenal gw memang bingung tentang perasaan gw sama dia. Dia anak RohKris. Rumahnya juga deket sekolah. Kemarin emank kita masuk pagi dri jam 7. Trus ada apel pagi untuk bagi jadwal selama bulan puasa. Kemarin gw baru dapet baru, Dia juga sekelas sih sama gw. Gw duduk dibelakang dia selang beberapa barislah. Gw mulai suka sama dia waktu gw mulai curhat sama tentang hub. gw sama cewe islam. Dia juga temen baik mantan gw itu tapi juga gk terlalu deket. Saat itu waktu study tour gw sebis sama dia. Pas pulang dia emank duduk disebelah gw, trus mantan gw didepan selang 1 baris. Gw curhhhhaaatttt lama dan bnyk sama dia. Gw ngerasa cocok sama dia. Tapi entah knapa saat itu gw emank masih ragu.

Nah kemarin, pas pulang skull, biasanya dia bareng temen temennya naik angkot, tapi karna dia ada bimbel di deket santo markus dia minta nebeng gw. Disitu gw berpikir " dia tau gk sih perasaan gw ke dia??". Emank sebelum brkt gw anterin dia, temen nya bilang " ada yg bakal jadian nihh... hahahh ". Disitu perasaan gk karuan, berartikan bener gw ada rasa sama Dia.

Tapi semoga aja Dia tau perasaan gw sebenarnya. Amin

Selasa, 02 Agustus 2011

Wim, Alfred, Pikal + Iman Arif


Keberhasilan TimNas Garuda saat AFF 2010 silam tidak terlepas dari peran pelatih Alfred Riedl dan Wolfgang Pikal sebagai asistennya. Dan tak terlepas keberhasilan Iman Arief untuk menaturalisasi pemain asing berkat. Riedl menurut saya adalah sebagai bapak penemu formula sepak bola Indonesia. Semenjak Beliau melatih menurut saya, kecintaan masyarakat Indonesia untuk melihat Garuda mentas semakin besar. Terbukti untuk saat ini, menurut saya setiap pertandingan Garuda yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno , Senayan Jakarta slalu penuh , dan tiket ludes terjual. Malah sampai sampai ada layar tancep distadion semegah SUGBK ini.


Terpekir dalam benak saya, terlepas dari status pemain junior, saya sebagai masyarakat berpikir... Untuk kondisi sekarang Riedl sangat tidak pantes untuk dipecat. Saya berpendapat untuk menjadikan ketiganya yakni Riedl, Pikan, dan Iman Arif sebagai Direktur Teknik TimNas. Disini mereka bertiga dapat bekerja pada bidang pembinaan dan pencarian bakat ( scouting ). Wim dkk tetap untuk melatih TimNas Senior. Dan untuk Pak Aji dan Pak Rahmad, tetap memegang U-23. Menurut saya komposisi seperti ini sangat baik secara management.

Semoga PSSI bisa mentas di Brazil 2014. Amin. Ini menjadi berkah puasa seluruh rakyat Indonesia.
Namun satu hal yang harus kita ingat,, "berbeda pelatih ataupun staff, warna bendera tetap dan emblem kita juga tetap. Jadi Garuda harus terbang tinggi."

Bravo Indonesia.