PSSI

PSSI
Indonesia

Jumat, 30 September 2011

Malaysia kembali "MALING" budaya kita...

Malaysia kembali "Maling" budaya kita...
Gara-gara orang Malaysia mendirikan Museum Kerinci di negerinya, nama Kerinci mendadak melambung. Sama dan sebangun saat negeri jiran itu mengaku-aku seni reog ponorogo, tari pendet, lagu "Rasa-sayange", masakan rendang, dan produk-produk budaya kita lainnya sebagai milik orang Malaysia. Kita pun berang, merasa "ditampar". Yang menyedihkan adalah, kerapnya kita tertampar justru oleh kelalaian kita sendiri yang tak becus mengurus kebudayaan kita sendiri.

Malaysia... Malaysia... Apapun alasan dan landasan dari pendirian Museum Kerinci di Malaysia adalah sebentuk kenyataan, betapa di satu sisi ada semangat Malaysia untuk mengenali akar budayanya yang secara historis memang berada di tanah Indonesia. Di sisi lain, ada fakta bahwa kita tak pernah bersungguh-sungguh mengurusi budaya kita, dan ketika budaya itu "diambil" oleh bangsa lain yang hendak merawatnya, kita pun merasa dipecundangi.

Sebagai bangsa yang boleh dikata tak "memiliki" akar budaya di tanah airnya, Malaysia tentu akan berjuang menemukan kembali jejak kakek moyangnya. Kebudayaan Kerinci adalah salah satu pokok akar itu. Maka tak heran jika, sejak tahun 1990, orang Malaysia sudah melakukan riset mendalam mengenai budaya Kerinci.

Seperti diungkapkan budayawan Jambi asal Kerinci, Nukman SS, saat dihubungi di Jambi, Minggu (27/3/2011). "Gelagat itu sebenarnya sudah terbaca jauh-jauh hari ketika, semenjak awal 1990-an, peneliti-peneliti dari Malaysia mulai berdatangan dan didatangkan ke Kerinci membawa misi riset budaya. Hingga saat ini, Kerinci masih menjadi obyek riset budaya yang dominan oleh para peneliti negeri jiran tersebut," ungkap Nukman.

Maka marilah kita lihat, benda dan kekayaan budaya Kerinci apa sajakah yang dibawa ke museum di Malaysia itu. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Arlis, Senin (11/4/2011), Museum Kerinci dibangun di dalam kompleks Sekolah Kebangsaan di Kuala Lumpur. Pemerintah Kabupaten Kerinci telah mengirimkan sejumlah benda peninggalan budaya dan sejarah Kerinci untuk dipamerkan, seperti alat musik gong ketuk, rebana sikek, sandu (sejenis seruling), dan gendang kerinci dari kayu surian.

Selain itu, ada juga beragam jenis alat pertanian, seperti tangkai beliung untuk menebang kayu, luka belut (alat menangkap belut di sungai) dari bambu, dan jangki dari rotan (untuk menyimpan benda bawaan). Pemerintah Kabupaten Kerinci juga menyiapkan sejumlah naskah beraksara kuno dan berbagai jenis pakaian adat.

Menurut Arlis, dalam peresmian pembukaan Museum Kerinci pekan depan akan ditampilkan sejumlah tarian asli Kabupaten Kerinci, seperti Tari Ranggut, Tari Pengobatan, dan Ngaji Adat. Museum akan diresmikan Bupati Kerinci Murasman dan disaksikan sejumlah pejabat Pemerintah Malaysia, termasuk Menteri Kebudayaan Malaysia.

Banyak memang yang menyayangkan "budi baik" pejabat Pemda Kabupaten Kerinci yang dengan sukarela mempersilakan orang Malaysia membawa warisan budayanya. Mereka yang menyayangkan hal itu antara lain Dewan Kesenian Jambi (DKJ) yang menyerukan agar segenap masyarakat adat di Provinsi Jambi dan khususnya Kabupaten Kerinci bisa kompak melakukan perlawanan terhadap manuver Malaysia yang terus memboyong sko, yaitu benda-benda pusaka, dari Kerinci ke negeri jiran tersebut.

"Kami menyerukan agar segenap masyarakat, budayawan, dan seniman Jambi, khususnya yang berdomisili di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, untuk tidak tinggal diam melihat adanya gelagat Malaysia yang terus memboyong benda sko dari Kerinci," kata Ketua Harian DKJ Naswan Iskandar SE saat dihubungi di Jambi, Minggu (10/4/2011).

Menurut Iskandar, sko Kerinci adalah aset kebudayaan utama bagi Provinsi Jambi karena tidak ada kabupaten lain di Jambi yang memiliki peradaban begitu lengkap dan runut seperti Kerinci. Oleh karena itu, segala upaya harus dilakukan untuk menyelamatkan aset besar tersebut.

"Upaya penyelamatan tidak cukup hanya dilakukan oleh masyarakat setempat. Pemerintah daerah juga harus memiliki political will, kemauan atau kesadaran untuk melakukan upaya-upaya revitalisasi dan proteksi," kata dia.

Pemkab, kata dia, tak seharusnya lantas gelap mata karena tersanjung mendapat apresiasi Pemerintah Diraja Malaysia yang menghibahkan museum kebudayaan Kerinci di Malaysia.

Hal tersebut justru semestinya dicurigai karena sangat berkemungkinan mengandung niat halus Pemerintah Malaysia untuk memindahkan keberadaan sko-sko Kerinci ke negerinya.

Sementara Malaysia pada pekan depan berencana membuka museum Kerinci dengan "pesta" yang menyenangkan, kita di sini hanya bisa mengelus dada. Sebagian pasrah, sebagian mengutuk aksi "pemboyongan" benda-benda pusaka Kerinci itu, dan sebagian lainnya sinis kepada pengelola negeri ini.

Puluhan komentar pun muncul berhamburan dari pembaca oase.kompas.com. Di antaranya dari Asanah yang mengatakan, "Pertanyaannya kenapa Pemerintah Indonesia kurang menghargai/peduli dengan sejarah bangsa sendiri?! Coba kalau dilestarikan atau dibangun museum di daerah tempat sejarah itu berasal, itu kan bisa untuk salah satu daya tarik daerah itu sendiri bagi para wisatawan.... Negara korup jadi lupa akan sejarahnya karena negara yang besar adalah negara yang menghargai sejarahnya...."

Indah Wahyu menulis begini, "Terima kasih kepada Pemerintah Malaysia yang mau menghargai budaya dan sejarah negara tetangga sampai mau repot-repot bangunin museum di Kuala Lumpur segala... Terima kasih karena Pemerintah Malaysia membuka mata kami... Biarpun Anda dicaci maki orang Indonesia, sebenarnya Anda yang selalu membangkitkan semangat nasionalisme kami yang kadang sudah kami pikir usang...."

Sementara itu, Mawardi mengungkapkan, "Sedih... banyak hal negeri ini belum bisa menghargai diri sendiri, baik sejarah, kebudayaan, intelektual, dan lain-lain. bagaimana bisa dihargai bangsa lain kalau dirinya sendiri tidak pernah dihargai... Ingat, Indonesia dibentuk dari kebinekaan... Kebinekaan untuk semua bukan milik masing-masing... Indonesia banyak sejarah, tetapi dokumen sejarah Indonesia yang memegang dan memiliki adalah bangsa lain sehingga generasinya tidak tahu sejarah bangsanya... Sedih...."

Kita memang pantas kecewa dengan pengelola negeri ini, dari tingkat pusat hingga daerah, seperti diutarakan Suci Handayani, "Mmm, miris membacanya. Kalau sudah begini, baru deh diperhatiin. Kemarin ke mana aja? Ya mungkin mereka hanya ingin dihargai karena semua butuh pengakuaan. Kalau di negeri sendiri saja tidak diurusi, mengapa harus menolak sesuatu yang menghargai dan mengakui kebudayaan mereka! Ya seharusnya memang harus lebih menjalin komunikasi dulu dengan pemerintah kita!"

Nah, kini, apa komentar Anda, saudara?
Gelagat itu sebenarnya sudah terbaca jauh-jauh hari ketika semenjak awal 1990-an, peneliti-peneliti dari Malaysia mulai berdatangan dan didatangkan ke Kerinci membawa misi riset budaya.
           

7 icon

TimNas Garuda jelang laga VS Qatar

Timnas Senior Gelar TC Mulai 30 September



news_18843.jpg
Timnas senior akan kembali menjalani pelatnas di Jakarta mulai tanggal 30 September 2011. Pelatih Wim Rijsbergen memanggil sebanyak 26 pemain yang dipersiapkan menghadapi Qatar, Selasa (11/10) dalam lanjutan Pra Piala Dunia 2014. Wim sendiri rencananya akan tiba di Jakarta pada tanggal 29 September 2011.

Tidak banyak perubahan komposisi pemain timnas dibandingkan dengan ketika menghadapi Bahrain. Di sector penjaga gawang, Wim kembali mempercayakan kepada Markus Harison, Fery Rotinsulu dan I Made Wirawan.

Di lini belakang, Purwaka Yudi menjadi satu nama baru yang dipanggil. Pemain lainnya adalah Mohammad Nasuha, Zulkifly Syukur, Benny Wayhudi, Hamka Hamzah, Ricardo Salampessy, Supardi dan Wahyu Wijiastanto.

Tidak ada nama baru di posisi lini tengah. Wim justru mencoret Eka Ramdani, Oto Maniani dan Arif Suyono. Pemain lainnya yang kembali dipanggil adalah Hariono, Ahmad Bustomi, Tony Sucipto, Firman Utina, Muhammad Ridwan dan Muhammad Ilham.

Pada barisan penyerangan, cukup banyak darah segar yang dipanggil. Diantaranya adalah Zulham Zamrun, Syamsul Arif serta kembali dipanggilnya Yongki Aribowo. Mereka akan bersaing dengan Boaz Solossa, Bambang Pamungkas, Irfan Bachdim, dan Ferdinand Sinaga.

"Sebelum menghadapi Qatar, timnas akan beruji coba dulu di Malaysia menghadapi Saudi Arabia tanggal 7 Oktober. Kita akan terbang ke Malaysia tanggal 5 Oktober," ungkap Desy Christina, media officer timnas senior, Selasa (27/9).

Sementara itu, selama menjalani pelatnas di Jakarta, Bambang Pamungkas dkk akan menginap di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta.

Semoga dapat meraih hasil terbaik.

Rabu, 21 September 2011

Cerita di Balik Kekalahan TimNas dari Bahrain

Salam Tim Nasional Indonesia...

Meski kali ini engkau terpuruk, kami yakin garuda masih bisa meraih yang terbaik. Kekalahan dari Bahrain pada pertandingan ke-2 Grup E Quals Zone Asia di SU GBK Senayan 6 Sept 2011 silam, memang akan menjadi hari yang akan diingat kedua negara, dan bagi itu hari itu adalah menyakitkan bagi seluruh rakyat republik ini. Saya akan mencoba mengilas saat-saat itu, sebelum pertandingan berlangsung....................
Saya, Aldo adalah pemuda yang beranjak dewaasa. Saya sama seperti anak-anak SMA sebaya saya. Namun ada sedikit perbedaan, saya mungkin sudah pernah membela TimNas Indonesia, tepatnya TimNas U-15. Saya bangga karna U-15 bisa juara asia tingkat pelajar. Memang banyak puluhun ribu orang diSenayan saat itu yang tidak tahu bahwa saya pemain junior. Pagi itu kira-kira pukul 7, saya sudah mulai bersiap dan mandi, setelah sebelumnya saya sempatkan makan. Saya sangat bersemangat pagi itu. Berharap pada TimNas Indonesia. Seperti biasanya, saya menunggu rumah saat ibu saya sedang mengantar adik-adik saya sekolah. Saya pikir, karna hari itu saya masih libur dan kebetulan hari terakhir saya libur,, saya memutuskan untuk saya yang sesekali mengantri tiketnya, karna ayah saya sudah masuk kerja dan banyak pasien di rumah sakitnya. Saya pun diantar ibu saya untuk naik bus jurusan BLOK-M - BEKASI (AC05). Sekitar pukul 8.20 (saya sempat melihat jam tangan CASIO saya), saya duduk dibus. Kebetulan saya duduk dipaling depan. Di tol memang cukup lancar, tetapi saat ingin keluar Semanggi mulai ada kemacetan. Dijalan saya juga melihat barisan  supporter yang akan mengantri tiket pagi itu. Sampailah sudah saya digerbang GELORA BUNG KARNO sekitar pukul 09.40( melihat jam BB saya karna kebetulan ada BBMan dari pelatih saya yang kebetulan juga akan menonton ). Hmmmmm...... memang masih terlihat sepi antrian dari luar stadion. Dari situ saya langsung mendekati stadion. Ternyata sekitar sektor V-IX sudah ada, bagi yang memesan tiket, dan saya dengar juga di Manggarai juga ada, tepatnya di RAJAKARCIS.com. Dari situ saya berpikir "wah kalo TimNas kalah gimana yaa??? kasian bgt deh ribuan orang ini. cape2 antri, duit juga banyak keluar... ckcckk". Lalu saya bertemu seorang bapak bersama anaknya yang juga sedang mencari loket timur, sama seperti saya. Saya pun berjalan bersama bapak itu sambil bercerita. Bapak itu menyahut saya "gimana sih pengurus baru ini?? sama saja ..yg buka bukannya loketnya tapi calo udah ada!!!" bapak itu dari Ciputat, kelihatannya dia agak kesal. Dan ternyata loket juga baru akan dibuka pukul 11.00. Saya lihat antrian pun semakin panjang. Loket yang dibuka masih saya loket timur saja. Akhirnya saya mengantri selama 2 jam samapi jam 1 siang untuk mendapatkan 2 buah tiket kategori 3 buat saya dan ayah saya yang akan langsung ke GBK sehabis pulang kerja dari RS.PLUIT Penjaringan, JakUt.Setelah mendapatkan tiket, saya bertemu 2 pemuda asal Sukabumi yang baru tiba pagi tadi jam 4, dan sudah berada di SUGBK tercinta katanya... Mereka juga ikut SSB di Sukabumi. Sama seperti yang ikut SSB juga, kita semua berharap untuk bisa berjumpa diTimNas. Setiap pertemuan dgn orang2 di GBK slalu ada semangat baru buat saya. Dan mereka pun akan pergi makan, saya hanya bersalam " semoga ketemu di TimNas sob." kami pun berpisah menyiapkan makan masing-masing. Saat itu saya makan nasi+rendang. Begitu laparnya saya. Setelah 3 jam menunggu ayah saya, beliau pun datang, kebetulan beliau berencana mendokumentasikan pertandingan ini jadi beliau membawa kamera. Saya pun langsung disuruhnya untuk merekam situasi sebelum pertandingan. Ayah saya sempatkan dirinya makan somay dan membeli 8 buah aqua gelas untuk minum didalam stadion. Kebetulan om saya sedang bertugas di kamera man SCTV. Bus TimNas pun masuk lebih awal, disusul bus Bahrain dan SBY beserta para staffnya. "Hiduplah INDONESIA RAYA...." pertandingan pun berlangsung, petesan dimenit awal berdetak "duer duerr dueeeerrr.." dan terompet. Itu berlangsung di 15 menit awal. Hingga pertengahan babak 1 TimNas banyak kehilangan bola. Dan puncaknya gol Bahrain tercipta dipenghujung babak 1. Saya bersema 2 orang cewe disamping kiri saya sedikit kecewa. "yah payah Markus!!" ungkap 2 cewe tersebut. Ayah saya sibuk sekali mendokumentasikan pertandingan ini. 1-0 untuk Bahrain dibabak 1. "priiiiiiitttt..." pluit babak 2 dimulai. Koordinasi TimNas makin buruk. Puncaknya menit 60an gawang TimNas kembali terbobol. Saya melihat 2 cewe cantik disebelah saya (naksir tapi gk tau namanya, tpi dia org Bekasi juga pulang bareng saya). Mereka berdua makin terlihat lesu. Ayah saya juga terlihat begitu. " yah Do, kasian kamu udah ngantri." kata ayah. " udh pah gk apa2lah yg penting semangat aja." ungkap saya disela-sela keributan penonton yang mulai menendangi pagar pembatas stadion. 2-0 untuk Bahrain. Pertandingan sempat terhenti karna ulah supporter yg katanya karna petasan!! Saat itu terlihat jelas petasan hanya untuk membangkitkan semangat!! bukan diarahkan kepemain Bahrain. saya melihat jelas, karna saat menit 60an supporter TimNas sudah sangat sepi yel-yel. Saya sangat tdk setuju keputusan wasit KorSel. Singkat cerita,, pertandingan pun berlanjut tanpa ada perpanjangan waktu!!. 2-0 menang Bahrain. Supporter kecewa. Dan sedikit saya mendengar usikan "TURUNKAN WIM!" sAYA pikir ini terlalu dini. Saya dan ayah saya pulang dengan kecewa. "yah kalah lagy!!" kata bokap. Yang menarik kami berdua masih menunggu bus TimNas pulang ke hotel, guna memberi semangat dan mendokumentasikannya. Saya sampai dirumah pukul 11.00 malam. Saya langsung mandi cepat dan tidur lelap.
Setelah itu paginya saya bangun. 7 Sept 2011. Itu hari pertama saya masuk sekolah setelah lebaran. kebetulan saya masuk siang. Saya sempatkan menonton berita TimNas. Ouuhh ternyata biangnya adalah kata2 Wim yg kasar pada pemain.

Saya berharap BP sebagai captein bisa mengkondisikan semuanya. Saya harap kita bisa memetik hikmahnya. Amin.
Berikut foto-foto yang saya ambil distadion, dan untuk video saya akan sharekan diwaktu mendatang. SALAM SPORT. BRAVO INDONESIA.





                             Orang yg jauh jauh dari Papua tertidur lelah sebelum pertandingan











 Gambar dari teman saya Gumilar :
......................................................................................................................................................................





 Ade saya Cio :


 

Jumat, 16 September 2011

Tetap bangga padaMu Indonesia

Pahlawan Indonesia, Timnas U-15, di Piala Pelajar Asia 2011 atau Asian Student Sup Football Tournament, tiba di Tanah Air pada Senin (12/9).Meski tanpa adanya sambutan ataupun kehadiran dari pengurus PSSI, kedatangan Timnas U-15 di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, tetap disambut meriah oleh orang tua pemain dan perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.
"Kami sangat bersyukur dengan kemenangan ini. Ini sebuah prestasi yang pantas dibanggakan," kata Manager Timnas U-15, Roni Iswandi.
Timnas U-15 sukses menjadi juara setelah mengalahkan tuan rumah Thailand dengan skor 2-1.
"Anak-anak harus berjibaku dengan lapangan yang becek. Meski demikian timnas mampu mengendalikan jalannya pertandingan sehingga mampu mengalahkan tim tuan rumah," tambah Roni.
Ditambahkan Roni, keberhasilan anak asuh Rasiman ini sebenarnya telah diberitahukan kepada Ketum PSSI, Djohar Arifin, namun hingga kembali ke Tanah Air, belum mendapatkan respon apapun dari Djohar.
"Sejak lolos ke babak semifinal saya langsung menginformasikan kepada Pak Djohar, tapi hingga saat ini tidak dapat balasan. Padahal sudah 'tak kasih' nama saya di SMS itu," katanya.
Meski begitu dirinya tak kecewa walau tak mendapat respon dari induk sepakbola Indonesia itu, karena dirinya sudah cukup senang bisa membawa timnas muda Indonesia menjadi yang terbaik di Asia.
Sementara itu, mengenai komposisi tim, Roni menyebutkan bahwa skuadnya merupakan tim bentukan baru campuran dari pemain Indonesia Football Academy (IFA), Jakarta Football Academy (JFA), MUBA, dan UNI Bandung.
Sedangkan tim lamanya digunakan oleh PSSI untuk tampil di Pra Piala Asia U-16 2012, padahal tim yang tampil di Thailand tersebut sempat mendapat cibiran dari Anggota Exco Bidang Timnas Indonesia, Bob Hippy, yang menyebutnya sebagai tim tarkam.
"Tim yang saya bentuk sempat dikatakan tim tarkam oleh Pak Bob Hippy. Ternyata tim yang saya bentuk malah dibawa ke Thailand untuk kualifikasi AFC U-16. Hanya empat pemain saja yang turun di U-15," katanya.
Roni pun berharap, Timnas U-15 yang berhasil meraih prestasi ini bisa dipertahankan, sehingga tim akan semakin solid dan bisa berguna untuk Timnas yang berada di atas Timnas U-15.
Terpisah, Asisten Deputi Sentra Keolahragaan Kemenpora, Raden Isnanta, mengaku bangga dengan prestasi yang diraih oleh timnas U-15 sebagai juara Piala Pelajar Asia 2011.
"Kami turut bangga dengan prestasi yang diraih anak bangsa ini. Ini salah satu bentuk pembinaan atlet yang baik," ujarnya.
"Tim ini harus dibina dengan baik atau bahkan bisa dimasukkan ke Program Indonesia Emas (PRIMA). Berhubung pemain timnas itu bukan hanya dari Diklat Ragunan, mereka bisa dimasukkan dalam PPLP-PPLP yang ada di Indonesia," pungkasnya.
Timnas U-15 selain mampu menjadi yang terbaik juga dinobatkan sebagi "tim fair play". Selain itu pemain depan Indra Kelana Nasution juga dinobatkan sebagai pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak, sedangkan Awan Setoraharjo sebagai penjaga gawang terbaik.

Semoga bisa untuk TimNas S enior

Jumat, 09 September 2011

Profil Maudy Ayunda dgn sepakbola

Profil Maudy Ayunda


Nama Lengkap : Ayunda Faza Maudya
Tempat lahir : Jakarta Indonesia
Tanggal Lahir : 19 Desember 1994
Pekerjaan : aktris
Tahun aktif : 2006 – sekarang
Alamat Facebook: http://www.facebook.com/maudyayunda & http://www.facebook.com/maudyayunda94
Alamat Twitter : @maudyayunda
Film yang pernah dibintangi
- Untuk Rena (2006)
- Sang Pemimpi (2009)
- Tendangan dari Langit (2011)