PSSI

PSSI
Indonesia

Sabtu, 21 April 2012

Artikel PLH


Kurangnya Kebersihan Jajanan

Latar Belakang : Banyak Pedagang yang kurang memahami  kesehatan makanan yang dijajakannya.
 Foto ini diambil oleh Hendricus Novaldo Widodo Putra
Diambil di depan SDN 3 Cikupa, Tanggerang, saat saya (Hendricus Novaldo Widodo Putra/Aldo) sedang berlibur tanggal 3 Januari 2012 silam. Tepatnya itu gambar lapak bubur ayam dan ramai setiap pagi dikunjungi anak SD tersebut. Saya (Aldo) tidak menyangka gambar ini sekarang bisa dijadikan objek pengamatan dimata pelajaran PLH.
Artikel ini bisa diakses juga di : novaldo-aldo.blogspot.com
(Hendricus Novaldo) Official Blog Aldo



Pembahasan
Deskripsi Masalah :
Para pedagang makanan banyak yang tidak memerhatikan akan pentingnya kebersihan makanan ataupun dagangannya yang disajikan. Peralatan makannya pun dicuci dengan air yang sudah kotor. Bahkan tidak jarang juga banyak yang menggunakan “air kali”. Tempat mereka menjajakan makanannya pun kotor, misalnya diatas sanatasi yang terbuka (seperti digambar). Banyak bakteri yang bisa mengakibatkan penyakit. Ini juga akan berdampak dengan tingkat kecerdasan siswa sekolah tersebut. Tanpa disadari masyarakat disekitar daerah itu akan merasakan dampaknya. Sampah juga ditimbulkan didaerah sekitarnya.
Sebab :
Salah satu penyebabnya adalah kurangnya lahan bagi para pedagang. Jika pedagang – pedagang seperti ini ditempatkan ditempat yang sesuai, pastilah segala fasilitasnya termasuk air bersih akan tersedia, bahkan keuntungan dan pendapatan para pedagang akan bertambah dan kesehatan masyarakat akan terjaga. Penyebab lain adalah dari diri masing-masing pedagang yang ingin mengambil keuntungan besar tanpa memerhatikan kesehatan makanan yang dijajakan. Banyak pedagang yang tidak mau menggunakan air bersih dengan alasan biaya.
Akibat :
Akibatnya sudah pasti, masyarakat sekitar akan terserang berbagai penyakit.

Kesimpulan
Dalam menjajakan makanannya pedagang masih menggunakan cara-cara kotor demi merauk keuntungan tanpa memperhatikan kesehatan makanan tersebut. Selain pemerintah dalam hal ini kurang menyediakan lahan yang murah, yang juga setidaknya bersih untuk berdagang makanan. Pemerintah juga harus lebih mensosialisasikan cara-cara berdagang yang sehat dan untuk menjaga lingkungan dengan lebih banyak menyediakan tempat sampah disekitar area berdagang.
Saran
Para pedaganag harus lebih memikirkan kesehatan dan kebersihan dagangannya agar layak dikonsumsi. Pemerintah juga harus menyediakan saran yang layak dan murah untuk para pedagang.
Penutup
Selain ketertiban, ada lagi yang patut dilakukan agar kita merasa senang dan nyaman berada dilingkungan kita, yaitu menjaga keindahanan dan kebersihan lingkungan sekitar kita beraktifitas.
Selain itu, progam-progam kebersihan harus tetap kita lakukan sesuai dengan koridornya masing-masing.

Senin, 09 April 2012

KPSI Kontrak Alfred Riedl

KPSI Kontrak Alfred Riedl
Amalia Dwi Septi - detikSport
Senin, 09/04/2012 14:44 WIB
Jakarta - Mengatasnamakan PSSI versi mereka, Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) menyatakan telah mengontrak pelatih asal Austria, Alfred Riedl, dengan target Piala AFF 2012.
Riedl, yang mencuat namanya sebagai pelatih timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2010, sudah berada di Jakarta sejak kemarin, dan rencananya akan melakukan jumpa pers besok.
Wakil ketua umum PSSI sekaligus Ketua Badan Timnas versi KPSI, Rahim Soekasah, mengatakan bahwa pelatih berusia 62 tahun itu dipastikan kembali bekerja untuk tim Indonesia.
"Hari ini dia sudah mulai bekerja. Besok akan ke Bandung untuk menonton pertandingan Persib. Ia kami kontrak minimal dua tahun," ucap Rahim saat dihubungi detiksport, Senin (9/4/2012).
Ia menambahkan, tugas utama Riedl akan memimpin timnas ke Piala AFF bulan Desember mendatang. Sang pelatih juga akan diberi kebebasan untuk memilih pemain-pemainnya.
"Kami minta dia tangani untuk Piala AFF Desember nanti. Siapapun pemainnya, yang bagus semua kita ambil. Dari ISL boleh, IPL boleh. Yang terpenting timnas kami tidak kalah seperti kemarin 10-0. Kami akan coba Riedl dulu," sambung Rahim.
Masalah ini diperkirakan kembali membingungkan masyarakat, karena seakan-akan ada dua organisasi dan kemudian dua tim nasional. Padahal FIFA sudah menegaskan cuma mengakui PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin.