PSSI

PSSI
Indonesia

Rabu, 14 Maret 2012

DPR RI


Apa itu tepat menggunakan UANG RAKYAT?????


Bukan menjadi barang rahasia, jika banyak parpol yang memegang kekuasaan di Senayan itu melakukan suap kepada anggotanya untuk memilihnya menjadi anggota dewan. Mereka meminta gaji selangit, padahal kerjanya hanya koar sana koar sini (rebutan kekuasaan). Di Indonesia ini memang banyak partai politik, tercatat 48 parpol terakhir mengikuti pemilu 2009 silam (kalo gk salah yaa). Di DPR RI ini, terlalu banyak polemik politik yang ada, ada tentang bank century yang tak kunjung usai, money loundrey, wisma atlet, dan banyak lagi. Semua dijalankan demi mendapatlkan kekuasaan yang berujung pada kekuasaan sepenuhnya terhadap uang rakyat. Seakan orang-orang dinegeri ini harus kekuasaan. Lihat saja Pak Anas Urbaningrum, yang membagikan duit 90an milyar demi menjabat menjadi Ketua Umum PD (Partai Demokrat) kepada anggota partainya. Dan ketika dia sudah menjabat, pastinya akan memikirkan uang 90 milyar itu kembali, dan akhirnya korupsi uang rakyat.
           
Di DPR sendiri, ada suatu badan yang tugasnya mengontrol pengendalian uang rakyat untuk anggota dewan di Senayan. Sebut saja ini Badan Anggaran (disingkat BaNggar), yang diketuai sekjen DPR Nining Indra Saleh, yang beberapa waktu lalu merenowasi gedung banggar dengan uang rakyat dengan biaya selangit. Ruang di Gedung Nusantara II DPR ini menghabiskan dana renowasi sebesar 20, milliar. Hah? Gk salah tuh? Itu dengan uang rakyatkah?

Banyak rakyat yang tidak setuju dengan hal itu, tapi pembangunan terus berjalan. Seperti money politic sudah benar-benar terjadi di para anggota Dewan, kekuasaan demi hidup yang serba mewah. Fasilitas digedung Banggar ini benar-benar super class. Kursinya saja berasal dari Jerman, yang harga persatuannya 24 juta rupiah. Wah wah, ditambah pemborosan lain yang dilakukan DPR, membeli suplemen vitamin dan pengharum ruangan yang super class dan super duper mahalnya dengan uang rakyat. Belum lagi pembengkakan gaji anggota Dewan, yang meningkat setiap tahunnya. Tapi ada sebagian anggota dewan yang berjanji tidak ada akan memakai ruangan rapat itu. Misalnya saja dari fraksi Partai Golkar, menurutnya barang di DPR harusnya menggunakan produk lokal. Hal ini harus dilakukan untuk penghematan dan akan lebih baik, karena kita juga mencintai produk lokal. Misalnya saja jika kursi anggota dewan, buatan ukiran Jepara yang harganya jauh lebih murah tapi akan lebih indah bukan?.

Kasus renovasi ruang Banggar harus menjadi pelajaran bagi semua pejabat negara, baik di DPR maupun di lembaga lain, agar berhati-hati menggunakan uang rakyat serta mencintai produk dalam negeri. Harus ada semangat penghematan, efisiensi dan transparansi kepada publik seluruh lembaga tinggi negara dan pemerintah. Jangan cuma DPR saja. Badan Kehormatan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menyelidiki proyek itu. Jangan sampai ada opini yang mempengaruhi BK dan BPKP.

Sebenarnya, jika standar, renovasi itu hanya membutuhkan dana Rp 2,7 miliar. Namun, berbagai fasilitas mewah itu disebut yang membuat biaya membengkak. Belum dipastikan ada tidaknya penggelembungan harga dalam proyek itu.

Senin, 05 Maret 2012

Djohar Terima 5 Pemain Muda Asal Papua Barat

Djohar Terima 5 Pemain Muda Asal Papua Barat



19073.jpg
diposkan : 05/03/2012, 18:05:56

(JAKARTA): Di tengah kepadatan jadwal sebagai pucuk pimpinan organisasi sepakbola nasional, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, menyempatkan diri menerima lima pesepakbola cilik asa Papua Barat Senin 5 Maret 2012.

Didampingi pelatih dan mantan pemain nasional asal Papua, Johannes Auri, Djohar menerima kelima pemain muda yang sedang mengikuti seleksi Timnas U-12 di Lapangan C, Senayan, Jakarta, adalah Kesi, Kristian, Mahadam (SSB Bintang Laut), Berto (SSB Afoda), serta Arman(SSB Sliber).

"Siapa di antara kalian yang mau jadi pemain timnas?" tanya Djohar membuka pembicaraan kepada lima anak asal Papua Barat di ruang kerjannya, Senin (5/3).

"Asalkan kalian rajin berlatih, kesempatan menjadi pemain timnas sangat terbuka. Mudah-mudahan ada di antara kalian yang terpilih. Bahkan saya berharap bisa terpilih semua," tambah Djohar sembari menjanjika hadiah bola kepada setiap anak yang sudah dibubuhi tanda tangannya.

Johannes Auri, yang menjadi mentor bagi anak-anak berbakat dari Papua Barat, mengatakan, kelima anak yang diikutkan seleksi Timnas U-21 di Jakarta, adalah hasil seleksi yang sebelumnya di lakukan di Papua Barat.

"Kelima anak yang kami bawa saat ini adalah hasil seleksi yang diikuti sekitar 300 lebih anak di Papua Barat. Kami ingin membuktikan bahwa murid SSB di Papua Barat memiliki kualitas yang bisa diandalkan," tegas Johannes

Artikel BP_20

"Apa Pentingnya Nama Dibelakang Baju Itu"

Penulis: bepe, 06 February 2012
Jika Anda membuka website saya ini dan memasuki halaman profil, maka di bagian bawah halaman tersebut akan terdapat sebuah tulisan seperti di bawah ini:

"Bagi pemain-pemain junior "JANGAN PERNAH BERHENTI UNTUK BERMIMPI" karena mungkin suatu saat nanti, mimpi kalian akan menjadi kenyataan. Keyakinan, kerja keras dan di sertai dengan doa, akan membantu kalian untuk mewujudkan mimpi tersebut. Mungkin saat ini, kami para pemain senior yang membela nama Bangsa dan Negara. Akan tetapi bisa jadi suatu saat nanti, kalian yang akan menggantikan kami dalam berjuang mengenakan seragam Merah-Putih. Karena tim nasional itu adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Siapapun mempunyai hak dan kewajiban untuk membela negaranya, tentunya sesuai dengan kemampuan dan kriteria-kriteria yang berlaku. Oleh karena itu persiapkan diri kalian sebaik mungkin.."

Jika Anda membaca pendahuluan diatas, maka sangat jelas jika pembahasan saya dalam artikel kali ini adalah mengenai tim nasional Indonesia yang kita sama-sama cintai dan banggakan..

Seperti yang kita ketahui, tim nasional Indonesia kebanggan kita akan menjalani partai terakhir penyisihan Piala Dunia 2014 melawan Bahrain, pada tgl 29 Februari mendatang di AL Manama, Bahrain. Dualisme liga yang tengah terjadi saat ini membuat pemain-pemain yang berlaga di Liga yang tidak diakui oleh PSSI atau Liga Super Indonesia, tidak lagi dapat memperkuat tim nasional Indonesia. Padahal seperti yang kita ketahui bersama, jika boleh di katakan 90% dari anggota skuad tim nasional Pra Piala Dunia 2014 adalah pemain-pemain yang saat ini berlaga di Liga Super Indonesia. Kenyataan tersebut, membuat hal ini menjadi sangat menarik untuk dibahas. Karena tanpa 90 % kerangka utama, maka sudah dapat dipastikan jika tim nasional akan tampil dengan muka-muka baru di laga terakhir Pra Piala Dunia tersebut..

Bukan Indonesia namanya jika segala sesuatunya tidak mengundang perdebatan panjang. Negara kita ini kan negara yang sangat suka berdebat, dari mulai hal yang remeh-temeh hinggalah sesuatu yang besar, semua harus melalui mekanisme perdebatan yang berlarut-larut. Sehingga tanpa kita sadari, mau tidak mau dan suka tidak suka hal tersebutlah yang membuat negara kita sering kali tertinggal beberapa langkah dari negara-negara lain.

Saat negara lain sudah mulai berangkat bekerja, kita masih saja berdebat mengenai baju apa yang sekiranya cocok untuk dipakai ke kantor. Saat negara lain sudah mulai berlari, kita masih asik berdebat mengenai sepatu apa yang kira-kira paling pas digunakan untuk berlari. Saat negara kita tengah panas-panasnya memperdebatkan mobil Esemka, maka tanpa kita sadari negara-negara yang lain sudah mulai menyiapkan landasan untuk berangkat terbang ke bulan..

Para pendiri negara ini dahulu memang meletakkan "Musyawarah Mufakat" sebagai landasan dalam membangun Republik Indonesia tercinta ini, akan tetapi bukan yang seperti ini. Dalam hal ini, saya tidak sedang mencoba untuk tidak setuju dengan para pendahulu kita, karena meletakkan budaya musyawarah Mufakat tersebut. Akan tetapi dahulu, para pendiri Republik ini membawa segala perbedaan pendapat ke dalam sebuah forum musyawarah, yang pada akhirnya selalu dapat menghasilkan sebuah keputusan mufakat. Dimana keputusan tersebut dapat mewakili setiap golongan yang berdebat, sehingga semua pihak dapat menghargai dan menghormatinya..

Sedang pada kenyataannya perdebatan-perdebatan yang berkembang saat ini, lebih pada sebuah adu argumentasi yang tidak berpresisi, disertai dengan arogansi serta penuh dengan gejolak rasa emosi. Hal tersebut membuat segala perbedaan pendapat tersebut menjadi semakin parah, tak terarah, tak lagi lumrah dan pada akhirnya membuat semuanya menjadi semakin terpecah belah..

Seperti yang saya sampaikan dalam artikel "Generasi Ompong - Januari 2012" bahwa:

"Media-media di Republik kita tercinta ini teramat sangat provokative akhir-akhir ini, banyak orang-orang berpengaruh negeri ini yang menggunakan media baik televisi, online maupun cetak dengan untuk menancapkan pengaruhnya kepada masyarakat dan terkadang juga untuk menjatuhkan para pesaingnya.."

Seperti juga saat ini, kenyataan diatas membuat media-media yang berbasis dua kutub yang berseterupun mulai memancing di air keruh, dengan berusaha untuk mempengaruhi opini publik. Ada yang menulis "Menghadapi Bahrain tanpa para pemain yang bermain di Liga Super Indonesia, peluang Indonesia sangatlah berat" atau "Apa yang dapat tim nasional lakukan tanpa pemain-pemain yang saat ini berlaga di Liga Super Indonesia..??" dari kalimatnya saja tentu kita sudah tahu berasal dari kutub yang mana berita ini dihembuskan..

Disisi lain juga terdapat pembahasan yang berisi demikian, "Apasih yang sudah di persembahkan pemain-pemain Liga Super Indonesia untuk tim nasional Indonesia..?? buktinya lemari trophy tim nasional masih kosong" atau "Saatnya membentuk tim nasional yang baru, dengan memotong generasi yang selama ini telah gagal", dan tentu dari kasat matapun kita juga akan tahu, jika pembahasan ini berasal dari kutub yang berseberangan..

Apakah ada yang salah dengan dua pembahasan yang sangat bertolak belakang diatas..?? Tentu tidak ada. Harus kita akui bersama, jika kualitas pemain-pemain lokal yang berlaga di Liga Super Indonesia, memang sedikit lebih baik dari pemain-pemain lokal yang berlaga di Liga Premier Indonesia. Itu terbukti dari anggota skuad tim nasional Indonesia baik Pra Piala Dunia 2014 maupun SEA Games 2011, 90% berasal dari tim-tim yang berlaga di sana Liga Super Indonesia. Ini adalah fakta..

Pembahasan yang kedua juga tidak salah sama sekali, terlepas dari memang pemain-pemain dari Liga Super Indonesia sedikit lebih baik. Akan tetapi apakah ada jaminan jika tim nasional yang beranggotakan para pemain Liga Super Indonesia akan sukses..?? Buktinya tidak ada satu gelar prestisius-pun yang mampir ke lemari trophy tim nasional. Hal tersebut jugalah sebuah fakta..

Akan tetapi terlepas dari dua pembahasan diatas yang memang benar adanya, apakah tidak sebaiknya jika awak media kita dapat menyajikan sebuah pembahasan atau berita mengenai tim nasional yang lebih arif dan bijaksana kepada masyarakat. Sebuah pembahasan yang pada akhirnya dapat memberikan efek mempersatukan, bukan malah sebaliknya memecah-belah..

Sejujurnya menurut pandangan saya pribadi, sebagai pemain dan juga mantan anggota tim nasional Indonesia. Terdapat sisi negatif dan sisi positif nya masing-masing, jika nantinya tim nasional Indonesia tampil dengan para pemain yang saat ini berlaga di Liga Premier Indonesia dan meninggalkan pemain-pemain yang berlaga di Liga Super Indonesia..

Sisi negatifnya adalah:

Sebagai tim yang baru dibentuk dan tentunya jarang sekali berkumpul bersama. Tim ini akan sedikit mengalami kesulitan dalam hal adaptasi. Baik adaptasi dengan pelatih tim nasional, sesama pemain dan juga tentu terhadap strategi apa yang akan dijalankan dalam pertempuran nanti. Kurangnya jam terbang yang dimiliki para pemain baru tersebut, mau tidak mau akan berpengaruh pada mental bertanding mereka. Apalagi mengingat atmosphere pertandingan di level international, sangat jauh berbeda dengan kompetisi di dalam negeri, apalagi partai ini akan dilangsungkan dikandang lawan. Keadaan persepakbolaan Indonesia yang tengah mengalami gejolak dan perpecahan seperti saat ini, tidak dapat dipungkiri juga akan menambah beban seluruh anggota tim nasional..

Sisi positifnya adalah:

Dengan hilangnya 90% kerangka tim nasional yang lama, maka sudah pasti banyak pemain yang selama ini terpinggirkan akan mendapat kesempatan untuk unjuk kebolehan. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan banyak pemain yang menjalani debut international berbaju Merah-Putih saat melawan Bahrain nanti. Pemain-pemain tersebut biasanya akan memiliki motivasi yang berlipat ganda, karena di dalam hati mereka akan ada perasaan ingin membuktikan kepada masyarakat luas, bahwasanya mereka juga layak bermain atas nama Bangsa dan Negara. Hal tersebut jelas sebuah signal yang sangat positif. Karena dalam banyak kesempatan, kurangnya jam terbang dapat tertutupi oleh besarnya motivasi dan semangat juang yang tinggi dari para pemain itu sendiri..

Siapa yang berani menjamin tim nasional akan mendapatkan hasil yang bagus jika di perkuat pemain-pemain yang bermain di Liga Super Indonesia. Bukankah saat di perkuat para pemain Liga Super Indonesia kita kalah 0:2 dari Bahrain di Jakarta. Di sisi yang lain jangan juga berpikir terlalu sempit, dalam hal ini jika tim nasional tampil dengan pemain-pemain Liga Premier Indonesia, maka tim nasional pasti atau harus memetik hasil maksimal di AL Manama 29 februari nanti, tentu tidak bisa juga demikian..

Yang ingin saya tekankan disini adalah, keadaan yang menimpa dunia persepakbolaan negeri kita saat ini, adalah efek domino dari perseteruan para elite penguasa sepakbola Indonesia yang sama-sama keras kepala, sama-sama merasa paling benar, sama-sama merasa paling berhak dan juga sama-sama merasa paling mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia..

Saya yakin dari dalam lubuk hati yang paling dalam para pemain, pelatih, wasit dan juga para perangkat pertandingan, baik yang di bawah naungan Liga Super Indonesia maupun Liga Premier Indonesia, tidak sedikitpun ada yang menginginkan dualisme liga seperti ini terjadi. Karena sejujurnya dalam keadaan yang serba tidak menentu seperti saat ini, kami adalah pihak-pihak yang paling di buat kebingungan. Kami adalah korban dari segala intrik politik yang tengah hebat berlangsung saat ini..

Sampai saat dimana saya menulis artikel ini, masih terjadi perdebatan yang sangat panas antara boleh atau tidaknya para pemain yang berlaga di Liga Super Indonesia membela panji Merah-Putih. Ada pihak-pihak yang bersikeras menyatakan "Boleh", setidaknya sampai menunggu batas waktu yang diberikan AFC dan FIFA untuk melakukan rekonsiliasi, pada akhir bulan Maret nanti. Di sisi lain ada juga pihak yang bersikukuh untuk "Melarang" para pemain Liga Super Indonesia untuk membela tim nasional, mereka menggunakan surat FIFA yang di tujukan kepada PSSI pada bulan Desember yang lalu sebagai acuan..

Satu hal yang ingin saya garis bawahi disini adalah. Berada di pihak manapun Anda-Anda sekalian, jangan pernah mengurangi kecintaan dan dukungan Anda terhadap tim nasional Indonesia. Sejatinya kami semua juga tidak ingin terpecah belah seperti apa yang terjadi saat ini. Oleh karena itu, bermaterikan siapapun dan berasal dari liga manapun pemain-pemain tim nasional kita nantinya, maka sudah seyogyanya kita dukung dengan segenap hati dan jiwa kita...

"Nama di belakang baju itu bisa siapa saja, warna bajunya juga bisa apa saja, tapi satu yang pasti lambangnya kan tetap sama, yaitu Burung Garuda.."

Artinya siapapun nama di belakangnya, menggunakan baju warna apa saja, selama memakai lambang garuda dan bernama tim nasional Indonesia, ya wajib hukumnya untuk kita dukung bersama. Karena walau bagaimanapun, mereka adalah duta-duta bangsa yang tengah memperjuangkan harkat dan martabat persepakbolaan Indonesia..

Apapun hasil yang di raih tim nasional Indonesia ketika berhadapan dengan Bahrain nanti, mereka akan tetap mendapatkan hormat dan apresiasi tertinggi dari saya pribadi dan sudah barang tentu juga seluruh pecinta tim nasional di Republik ini. Tidak akan mudah menjadi mereka di saat-saat seperti ini, di tengah segala pertikaian politik yang tidak seharusnya terjadi dalam arena sepakbola Indonesia, mereka berdiri untuk memikul tanggung jawab yang sangat berat...

Dan untuk itu saya angkat topi setinggi-tingginya.. Salute..!!

NB: Bagi Anda sekalian pecinta sepakbola Indonesia yang kebetulan pro kepada Liga Premier Indonesia, dan selama ini berpikir jika saya beserta tulisan-tulisan saya beraliran status quo, boleh kok kalo mau ikutan menyebarkan tulisan saya ini.. #ehem

Boca Juniors buka SSB di Indonesia

PSSI Sambut Gembira Dukungan Boca Juniors Argentina



19071.jpg
diposkan : 05/03/2012, 17:46:17

JAKARTA: Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menyambut gembira dukungan yang diberikan oleh Boca Juniors Argentina dalam pengembangan sepak bola di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum PSSI Prof. Dr. Djohan Arifin Husin ketika menerima perwakilan Boca Juniors Academy dari Argentina di Sekretariat PSSI di Jakarta Senin 5 Maret 2012.

Boca Juniors Academy diwakili oleh Oscar Aquino yang kini menjabat sebagai International Coordinator Boca Juniors Argentina. Dia didampingi oleh Sonny Agus Santoso, perwakilan Boca Juniors Football Schools Indonesia.

Dalam pertemuan ini kedua belah pihak antara lain membahas kemungkinan pengembangan kerjasama antara Boca Juniors Argentina dengan PSSI.

"Kami sangat gembira dengan hadirnya Boca Juniors ke Indonesia hari ini, apalagi Boca Juniors membuka kesempatan bagi PSSI untuk belajar dari sistem Argentina," ujar Djohar Arifin.

Kepada wartawan Djohar menjelaskan: "Tadi juga dibahas kemungkinan dilakukannya friendly match Timnas kita dengan Boca Juniors FC. Ini merupakan ajang uji coba kualitas pemain kita."

Ditambahkan Ketum yang sejatinya memang pemain sepakbola, "Seperti kita ketahui, teknik-teknik ala Maradona, Tevez, Batistuta dibentuk oleh Boca Juniors dulunya."

Kelanjutan dari pertemuan ini, PSSI akan segera mengembangkan program-program bersama Boca Juniors. "Ini kesempatan emas bagi kita menuju masa depan sepakbola Indonesia yang maju," Djohar menutup penjelasannya kepada wartawan.

Minggu lalu sebanyak 500 lebih anak-anak Indonesia berkesempatan untuk mendapatkan pelatihan sepakbola kelas dunia yang diberikan Boca Juniors di lapangan bekas Markas Besar TNI-AU di Pancoran, Jakarta Selatan.

Para pemain berusia di antara empat sampai dengan 17 tahun ini berkesempatan untuk mendapatkan pelatihan sepakbola kelas dunia di lapangan Sepakbola di halaman bekas Mabes TNI AU.

ATOM

TEORI DALTON
Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi.

TEORI THOMSON

Berdasarkan penemuan perbandingan e/m (e = muatan elektron; m = massa elektron), Thomson mengemukakan teorinya"
"Atom mempunyai muatan positif yang terbagi merata ke seluruh isi atom, dan dinetralkan oleh elektron yang tersebar di antara muatan listrik positif ® (seperti roti kismis).


TEORI ERNST RUTHERFORD

Rutherford melakukan percobaannya dengan menembakkan partikel a ke arah lempeng emas, sehingga dapat menyimpulkan: Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang berputar pada lintasan-lintasan tertentu ® (seperti susunan tata surya).
Bila lintasan elektron dianggap lingkaran, maka energi total elektron:
E = Ek + Ep
E = - k e²/2r
tanda (-) menunjukkan keterikatan terhadap inti
(menunjukkan bahwa untuk mengeluarkan elektron
diperlukan energi).
r = jari-jari orbit elektron
k = 9 x 109 newton.m²/cou
Jadi jika r membesar maka E juga membesar, sehingga elektron pada kulit paling luar memiliki energi terbesar.
Kelemahan teori Rutherford:

  1. elektron dapat "runtuh" ke inti atom karena dipercepat dan memancarkan energi.
  2. spektrum atom hidrogen berupa spektrum kontinu (kenyataannya spektrum garis).

TEORI NEILS BOHR
Berdasarkan model atom Rutherford dan teori kuantum, Neils Bohr mengemukakan teorinya:

  1. Elektron hanya dapat mengelilingi inti atom melalui lintasan-lintasan tertentu saja, tanpa membebaskan energi. Masing-masing lintasan hanya dapat dilalui elektron yang memiliki momentum anguler kelipatan bulat dari h/2p.

    m . v . r = n . h/2p

  2. Elektron akan mengalami eksitasi (pindah ke lintasan yang lebih tinggi) atau ionisasi jika menyerap energi, dan transisi ke lintasan yang lebih rendah jika memancarkan energi foton.

    Jari-jari lintasan elektron:

    rn = 5.28 x 10-11 n2 meter

    n = 1, 2, 3, .............. = bilangan kuantum utama

    Tingkat-tingkat energi (energi kulit ke-n):

    En = - (k e2/2 r n2)= (-13.6/n2) ev

    1 eV= 1.6 x 10-19 joule

SPEKTRUM ATOM HIDROGEN (SPEKTRUM GARIS)

Menurut Neils Bohr :

1/l = R [ (1/nA2) - (1/nB2) ]
DE = EB - EA = h . c/l
EB = energi pada kulit n
EA = energi pada kulit nA
R = konstanta Rydberg = 1.097 x 107 m-1
DE = energi yang diserap/dipancarkan pada saat elektron pindah


Gbr. Model Atom Neils Bohr
I.
Deret Lyman
terletak pada daerah ultra ungu
nA = 1 ; nB = 2, 3, 4, .......


II.
Deret Balmer
terletak pada daerah cahaya tampak
nA = 2 ; nB = 3, 4, 5. ... ...


III.
Deret Paschen
terletak pada daerah infra merah 1
nA=3 ; nB = 4, 5, 6,.....


IV.
Deret Bracket
terletak pada daerah infra merah 2
nA = 4 ; nB = 5, 6, 7,.......


V.
Deret Pfund
terletak pada daerah infra merah 3
nA = 5 ; nB = 6, 7, 8, ...



Kelemahan Model Atom Bohr:

  1. Tidak dapat menerangkan atom berelektron banyak
  2. Tidak dapat menerangkan pengaruh medan magnet terhadap spektrum atom (kelemahan ini dapat diperbaiki oleh Zeeman, yaitu setiap garis pada spektrum memiliki intensitas dan panjang gelombang yang berbeda)
  3. Tidak dapat menerangkan kejadian ikatan kimia

LUCUTAN GAS

Lucutan gas adalah peristiwa mengalirnya muatan listrik di dalam tabung lucutan gas (tabung Crookes) pada tekanan gas sangat kecil ® menghasilkan berkas sinar katoda
PERBANDINGAN MASSA DAN MUATAN ELEKTRON (e/m)

  1. Dihitung oleh JJ Thomson:
    e/m= 1,7588 x 1011 coul/kg

  2. R.A. Milikan menghitung besarnya muatan elektron:
    e = 1,6021 x 10-19 coulomb

  3. Sehingga massa elektron dapat ditentukan:
    me = 9,1091 x 10-31

Minggu, 04 Maret 2012

Bahrain 10 Indonesia 0 BESAR, SALAH SIAPAKAH??

            Pada awalnya, dimulai dari kekisruhan ditubuh PSSI kita. Saat PSSI era Nurdin Halid cs, TimNas Indonesia yang saat itu diarsiteki coach Alfred Riedl menjelma menjadi tim yang disegani kembali. Malahan kala itu, TimNas Indonesia digadang-gadang akan kembali menjadi “Macan Asia”, seperti TimNas Indonesia tahun 60an silam (zaman Iswadi Idris cs). Pada laga Play off Round 2 Qualification World Cup 2014 Zona Asia melawan Turkmenistan pun TimNas asuhan Alfred Riedl ini bermain cukup gemilang dengan menahan imbang Turkmenistan 1-1 dikandangnya dan menang dengan permainan bagus di GBK, Senayan Jakarta, dengan skor 4-3 dan memupus harapan Turkmenistan untuk masuk Piala Dunia yang pertama kalinya. Dalam sejarah FIFA sendiri, Indonesia masuk Piala Dunia hanya sekali, yakni pada tahun 1935 atau pada edisi ke-3 Piala Dunia kala itu digelar. Indonesia kala itu masuk Piala Dunia dengan nama Hindia-Nesios, karena masih dijajah Belanda.

            Sontak rakyat dan bangsa ini bergemuruh pada sepakbola nasional yang sudah tampil memukau menundukan Turkmenistan dikandang, Bung Karno, kala itu TimNas masih diasuh Riedl.

            Sekarang malah banyak negara-negara lain yang menganggap Indonesia merusak pesepakbolaannya sendiri. Padahal di tanah air tercinta ini, begitu banyak pemain sepakbola yang berbakat, yang sudah diakui kehebatannya oleh pesepakbola sekelas Fabio Cannavaro, mantan Kapten TimNas Italy ini. Pada laga starbol lalu, Cannavaro panggilan akrabnya, menilai Indonesia sangatlah berbakat dalam sepakbola. Pujian lain juga pernah datang menghampiri Andik Vermansyah (pemain asal Persebaya Surabaya). Andik malahan mendapat pujian dari seorang legenda MU dan Inggris sendiri, yakni David Beckham. Becks panggilan akrabnya, memuji talenta pemain asal Surabaya ini. Malahan Becks memberikan kaosnya kepada Andik sebagai kenang-kenangan sekaligus permintaan maaf, karna saat laga Indonesia Selection vs LA Galaxy, Becks mentekel keras Andik saat laga itu berlangsung di GBK, Senayan, Jakarta.

            Rakyat pun menunggu-nunggu penampilan TimNas Indonesia dilaga terakhir Penyisihan Piala Dunia 2014 Group E Zona Asia melawan Bahrain, dikandang Bahrain. Selesksi pemain TimNas pun dilakukan PSSI era Djohar Arifin. Pelatihnya pun berbeda, yakni Bung Aji Santoso, yang pada SEA Games 1991 menyumbangkan Emas sepakbola. PSSI yang dipimpin SANG PROFESOR (julukan Djohar Arifin) hanya memperbolehkan golongan pemian yang bermain untuk tim-tim IPL saja yang boleh membela Merah-Putih. Keputusan SANG PROFESOR pun banyak menuai kritik dari berbagai kalangan, tapi ada juga yang mendukung dengan alasan meberikan kesempatan untuk pemain muda menanmbah jam terbang internasionalnya. Federasi Qatar juga ikut memprotes kebijakan ini, karena mereka tahu setiap Warga Negara nya berhak membela TimNas nya masing-masing itulah isi sebenarnya statu FIFA. Qatar memprotes keras, karna FA Qatar takut Indonesia sengaja memberikan kemenangan telak untuk Bahrain agar lolos ke babak berikutnya. PSSI sengaja tidak mendaftarkan lagi pemain TimNas yang dulu menghadapi Bahrain di GBK. Berdalih melindungi diri, SALEH MUKADAR, sekjen bid.kompetisi PSSI juga menjelaskan, bahwa pihaknya sudah meminta keringanan FIFA untuk boleh memakai pemain dari liga ilegal, dalam hal ini ISL, karna PSSI dalam masa transisi. Tapi kata SALEH, FIFA tidak mengijinkan hal itu. Sontak rakyat pun itu, itu adalah PEMBOHONGAN BESAR PSSI. Toh Saffe Sali saja dipanggil Federasi negaranya, yakni Malaysia, untuk membela Malaysia menghadapi Filipina dalam laga uji coba Internasional FIFA. Itukan artinya, untuk membela TimNas, tidak perlu berasal dari klub, asalkan PSSI nya mau mendaftarkan pemain itu yang berWNI. Dulu Ramang itu tukang becak lohhhhh. Dia bisa membela TimNas, padahal tidak memiliki club.

            Akhirnya pertandingan itu pun datang, dan hasilnya kita dibantai 10-0. Ini lebih buruk dari pada saat kita kalah dari Tim sekelas Uruguay kala itu hanya 7-1 bahkan kita saat itu mencetak gol terlebih dahulu oleh Boaz Salossa. Dalam sejarah TimNas Indonesia, kita pernah dibantai 9-0 saat melawan Denmark pada tahun 1974. Dan ini menjadi rekor baru kekalahan TimNas terbesar dalam ajang terbesar juga. AFC pun meminta FIFA untuk memeriksa PSSI terkait dugaan suap dan masalah Liga Indonesia.

            Sungguh ini menjadi cambuk yang besar bagi Bangsa, Negara dan PSSI sendiri, bagaimana bisa rekor ini terjadi?Kalo sudah begini artinya POLITIK tidak bisa dilibatkan dalam hal SEPAKBOLA. Tak ada pihak manapun yang mau disalahkan. Andai saja dualisme liga ini bisa disatukan, pastilah timnas kita lebih berwarna lagi. Dan akan kembali menjadi unjuk gigi di dunia. Garuda janganlah patah arah, sayap-sayapmu kini sedang pesakitan, kami harap cekramanmu tetap kuat. Salam satu jiwa, salam satu semangat, Indonesia. Garuda bisa.