PSSI

PSSI
Indonesia

Selasa, 28 Juni 2011

Tanggapan masalah Kongres PSSI Solo 9 Juli nanti

Kongres PSSI yang diselenggarakan di kota Solo tinggal hitungan hari. Berbagai permasalahan masih meliputi ditubuh PSSI. Dari gagalnya TimNas Indonesia menggelar laga uji coba menghadapi Thailand sampe masalah duit yg bejibun untuk Kongres PSSI ini yg hilang entah kemana seperti ditelan bumi. Berbagi pihak saling tuduh menuduh, membuat gw sebagai masyarakat bingung 7 keliling. Kalo gw boleh buat surat untuk presiden, Pak tolong kami hanya ingin, kami sebagai generasi penerus bangsa agar tetap bisa bermain bola untuk TimNas PSSI Indonesia. Gw harap kita kali ini berhasil dalam kongres. Kalo tidak.......................................................................................................................................................
ya suahlah PUPUS sudah harapan sekian bnyk anak bangsa yg ingin melihat bangsanya bermain di Intersional.

Apa lagi buat gw.. GW SEDIH bgt... walau rapot gw agak buruk gk apalah,, tpi untuk TiMnas Indonesia JGN AMPE DIRAMPAS!!! Kalo ampe disuspend gw gk tau gw mau ngomong apa lagy.

Gw gk tau skil apa lagy yg mau gw banggain. Gw hanya bisa bermain sepakbola untuk olahraga.

Gw yakin Tuhan Yesus pasti denger doa jutaan org masyarakat INDONESIA.

AMIN. HALELUYA.

Sabtu, 25 Juni 2011

My First Love Only

My First Love....

Just mention her name Sheill Karismadewi Silitonga, She is my first love.
I began to love as She in grade 6 elementary school. For some reason today I can not forget.

Maybe She'll never know about my love for her completely, I can only hope that time will come for her back to me. I was stupid to let the other choose. But I realize now that I'm not a what's what, now I want to Reseller to you Sheila, that I really love you.

Although I know you still remember the same JD. I'm sure you can forget about He.

I love you forever .
Her Biodata :
Name : Sheilla Karismadewi Silitonga
Nick Name : Sella
Born : Bekasi, 27 October 1995

Father's name : Daulat Silitonga
Mother's name : Tini Diso
Old's Sister : Agatha Octaviana Silitonga

Life in PTI ( Pondok Timur Indah )
Favorite Color : Blue
School : Saint Lucia Elementry School
              Saint Lucia Junior High School
              Don Bosco 3 Senior High School

Kamis, 23 Juni 2011

Tak akan terganti

Nih cewe yg gw suka....

Nama lengkapnya Theresia Ludia Titahelu ( sebelah kanan foto ).

Dia ade kelas gw... Dia item manis, cantik, lumayan tinggi, dan sopan. Gw sayang bgt ma Dia.

Dia lahir 6 Juli 1997... Beda 3 tahun ma gw.... Dia sekarang kelas naik kelas 3 SMP di Santa Lusia.

Pertama kali gw ketemu di kantin sekolah semester 1 ( pas Dia baru masuk SMP ) malah dari pas MOS gw ketemu Dia. Gw emank gk bisa ngomong tentang perasaan gw ke Dia. Tapi gw yakin Dia tau tentang ini.
Buat gw Dia segalanya. Dia mungkin gk tau kalo ampe sekarang ini gw masih perhatiin Dia.

I Love You <3

blablabla... (2)

blablabla... (2)
Blogged with the Flock Browser

Seminggu sebelum go to the Java

Minggu ini bakal menjadi minggu terakhir buat gw dan keluarga besar gw menjalankan rutinitasnya...
Hari ini Jumat 24 Juni 2011 mbah gw lagy pingen nginep dirumah gw. Trus beliau sabtu besok mau kesekolah gw, beliau ingin minta izin langsung PA gw buat gw bisa pergi ke Jawa. Dan rapot diambilnya nanti saja atau lebih dulu jika bisa. Beliau adalah seorang mantan kepala sekolah. Dimasanya mbah Andi sangat dihormati.

Beliau banyak bercerita kepada gw tentang kehidupannya di Jawa. Memang beliau dulu orang yg miskin. Banyak cerita kelam beliau yg sudah pernah diceritakan kpada saya. Beliau juga banyak memiliki kisah kisah sukses. Beliau slalu ingin membantu org tak mampu. Kalo soal harta warisan, mbah tdk mau rebutan. Beliau menanam sikap kpda kita untuk slalu menghormati org yg org itu menghormati kita juga... mmm tapi jgn tanya jika beliau marah atau geram, militer sekelas kopasus pasti bertindak dan PM Guntur. Motor sejarah beliau adalah Vespa strada tahun 1984, yg dulu harga barunya sekitar Rp 10.200.000,- . Motor itu sekarang juga masih dipake bokap buat ke stasion Bekasi. Karna bokap kerja naik kereta di RS Pluit. Vespa bnyk menyimpen kenangan dalam keluarga besar gw. Mungkin nanti zaman gw kerja Vespa ntu akan gw pajang dirumah bersanding dgn Vega R gw. Karna kedua motor ini adlah sejarah buat gw.

Kalo urusan mobil dulu mbah gw pas kepala disekolah di Setia Budi udah beli Jimny Suzuki.
Tapi yg sering bawa bokap pas SMA. Kalo urusan rumah, nih tradisi turun temurun mbah udah beliin rumah ke masing masing anaknya, ni juga diikutin bokap gw. Masa gw sekecil ini udah pnya rumah, ade gw yg TK juga udah punya rumah. Jadi kalo masalah rumah bnyklah. Kalo bokap lagy mau nyari tanah. Tanah itu nantinya bisa dikembangkan buat usaha oleh aku dan ade ade aku ini.

Hemmm gw gk sabar sih menuju Ambarawa, walaupun tahun ini kondisi nilai gw gk dalam peformence bagus. Tapi mbah gw support gw trus. Beliau memang mengerti. Keponakan gw juga yg baru kuliah lagy menurun. Mungkin ini faktor penyesuain saja. Amin.

SEMESTER III pasti lebih baik dan akan sangat baik.

Format Liga terbaru ( FDSI )

KETENTUAN AWAL PENGELOLAAN LIGA INDONESIA

  1. Persyaratan utama lolos verifikasi dari 5 aspek lisensi.
  2. Pengelola Liga Pro bila diberikan otonomi oleh federasi, maka Federasi layak mendapat hak seperti retribusi yang besarannya antara 5 s/d 10 % dari total hasil sponsor utama (TV right, Title kompetisi main sponsor dan max dua sponsor pendukung).
  3. Anggota LPI yang belum terdaftar sebagai anggota Federasi harus mengajukan diri menjadi anggota Federasi dan pengesahannya sesuai statuta harus melalui keputusan Kongres.
  4. Pembagian hak atas hasil sponsor utama (gross) yaitu 20% untuk pengelola Liga, 5 % retribusi kepada Federasi, dan 75% dibagi kepada seluruh Klub dengan memperhatikan beberapa hal seperti (posisi dalam klasemen, rata2 jumlah penonton, rata2 TV rating Klub ybs).
  5. Kelima; Klub Liga Pro wajib membangun aliansi strategic dengan Klub amatir dalam rangka mempercepat transformasi kompetensi manajemen Klub Pro kepada klub amatir,
  6. Jika format kompetisi sudah ditentukan, dan klub peserta sudah terjaring 18 team professional, maka langkah selanjutnya adalah tiap-tiap klub peserta urunan/patungan modal 10 m/klub sebagai modal pembentukan PT.Liga Indonesia, sehingga 100% saham dimiliki 18 klub semua, karena PT nya milik sendiri mohon maaf saja PSSI jangan turut campur urusan Liga, PSSi hanya berfungsi sebagai fasilitator , penyedia wasit dan perlengkapan pertandingan..,mengenai aturan Liga, komdis dll itu hak preogratif PT.Liga. Kemudian langkah selanjutnya PT. Liga memutarkan roda kompetisi nya sendiri... dan bahkan Bila ada pihak luar misal dari Konsorsium Mahomania berani mengajukan diri sebagai pengelola Liga maka PT.Liga bisa memberikan kontrak pengelolaan kepada Konsorsium Mahomania, dengan syarat bisa memberikan keuntungan/nilai sponsorship yang lebih besar dari yang bisa diberikan oleh PT.Liga.
  7. Superliga adalah liga yang independent karena didirikan oleh klub, dikelola, dan keuntungan 100% untuk Klub...siapapun ketua umumnya tidak bisa ikut urus campur liga..silahkan saja PSSI urusi liga amatir/pembinaan, kalo liga super itu adalah wilayahnya klub-klub professional.
  8. 100% saham liga dimiliki 18 klub, maka tiap klub memiliki saham sebesar 5,56%,,,jika suatu saat klub kolaps...maka sahamnya dipakai buat ganti rugi kontrak pemain dll...sehingga posisi sahamnya dimiliki 17 klub sisa, tawaran konsep kompetisi tanpa degradasi itu adalah menyangkut saham liga ini
  9. Dan siapapun ketua umum PSSInya dia tidak bisa ikut campur urusan liga super, termasuk bila antek2 nurdin berkuasa kembali...tidak bisa mereka mengintervensi liga.
     10. Perlu ada rasionalisasi kontrak dan gaji pemain Asing dan Lokal (salary cap)

PERSYARATAN MASUK LIGA INDONESIA FORMAT BARU
Sudah berbentuk badan hukum ( PT ) atau berbentukan perusahaan milik perseorangan
1. Memenuhi persyaratan sebagai klub professional berdasar kriteria FIFA / AFC
Kelima aspek yang ditetapkan oleh afc itu adalah:
a) legalitas (klub berbadan hukum pt),
b) sporting (youth development dengan penekanan pada nilai-nilai sportivitas),
c) infrastruktur (stadion, lapangan latihan, dll),
d) administrasi dan tenaga professional (dikontrak professional),
e) financial (keuangan yang sehat dan mandiri).

2. Mampu menyetor bank garansi sebesar 10 m yang harus dibayar di awal kompetisi
3. Klub yg ingin bermain di dalam liga professional harus terlebih dahulu di verifikasi, dgn ketentuan sebagai berikut :
Dalam proses Verifikasi penentuan ranking Verifikasi ditentukan dalam Konggres PSSI
Proses Verifikasi peserta harus menerapkan aturan yang ketat (zero tolerance) dengan prioritas kuota verifikasi kepersertaan sebagai berikut :
Tahap I : 15 Klub peserta ISL 2010/2011
Tahap II : 3 Klub Juara Grup Divisi Utama (jatah promo)
Tahap III : 3 Klub Runner up Grup Divisi Utama (jatah play off promo)
Tahap IV : 19 Klub Peserta LPI urut sesuai peringkat
Tahap V : 33 sisa Klub peserta Divisi Utama urut sesuai peringkat
Dengan ketentuan bila ada klub yang tidak lolos proses Verifikasi sesuai tahapannya maka hak prioritas akan diberikan kepada klub di tahapan/peringkat dibawahnya hingga kuota 18 klub terpenuhi, apabila didalam verifikasi didapatkan peserta yang lolos lebih dari 18 Klub maka verifikasi dilanjutkan hingga didapat minimal 12 klub untuk bertanding di kompetisi sub level 1 dibawah (Indonesia Pro League – Divisi Regional), sedangkan Klub yang tidak lolos verivikasi akan berlaga di Kompetisi Liga Indonesia (level 2) Nah, disini terlihat bahwa posisi LPI adalah Kasta IV

Tentu saja bagi Klub LPI bila ingin mendapat Lisensi klub professional FIFA maka konsorsium harus melepaskan sahamnya kepada pihak lain, karena berdasar aturan FIFA kepemilikan dua klub oleh satu pihak itu tidak diperbolehkan, Solusinya adalah pihak konsorsium menjual saham klub ke Pihak lain, Bisa juga OPSI Merger dengan Klub ISl atau DU, Bisa juga meneruskan kiprah klub barunya merangkak dari divisi 3 liga Indonesia (Jika manajemennya baik tentu bukan hal yang sulit bukan melaju ke jenjang berikutnya) atau bila capek merangkak dari posisi bawah, Pengusaha-pengusaha yang ada di konsorsium LPI akuisisi saja klub-klub Divisi Utama atau ISL.
Sebuah win win solusion bukan? Dua duanya terakomodasi di Liga Baru ini, Lalu apakah ide utopis ini bisa berjalan?? Semua ide /system pasti baik dan bahkan konsep ISLnya NHCS juga baik….Cuma dalam penerapannya masih jauh panggang daripada api…. Jadi sebagus apapun konsep ngga akan berjalan kalo pengelola nya bobrok…


USULAN FORMAT KOMPETISI SEPAKBOLA INDONESIA 2011/2012


Berikut ini hasil brainstorming diantara rekan rekan FDSI
Struktur Kompetisi Sepakbola Indonesia
Strata 1 / Top Tier : Indonesia SuperLeague
Status : Professional League
Anggota Liga : 18 Klub yang lolos Verifikasi Lisensi klub professional FIFA Hanya
1 Wilayah, dengan system promosi Degradasi Kondisionil

Posisi 1 dan 2 Divisi Utama berhak promosi ke Superleague jika memenuhi persyaratan /lolos verifikasi Lisensi Klub Professional FIFA, Jika tidak memenuhi persyaratan maka Hak promosinya dibatalkan dan tidak bisa dialihkan haknya ke posisi peringkat bawah
Struktur Saham : PT Liga Indonesia 100% saham dimiliki oleh Klub-klub anggota
Superliga Persyaratan masuk menjadi anggota superleague adalah memenuhi 5 aspek lisensi yang ditetapkan AFC,
Kelima aspek yang ditetapkan oleh AFC itu adalah:
a) Legalitas (klub berbadan hukum PT),
b) Sporting (youth development dengan penekanan pada nilai-nilai sportivitas),
c) infrastruktur (stadion, lapangan latihan, dll),
d) Administrasi dan tenaga professional (dikontrak professional),
e) Financial (keuangan yang sehat dan mandiri).

Proses Verifikasi harus menerapkan aturan yang ketat ( zero tolerance ) dan bila ada klub yang tidak lolos proses Verifikasi maka akan diberikan haknya kepada rangking di bawah

Persyaratan lainnya masuk superleague adalah wajib menyetor Bank Garansi 10 M/klub diharapkan total dana klub yang terkumpul sebesar 180 M bisa digunakan sebagai dana Abadi Liga dan sebagai cadangan dana apabila salah satu klub bangkrut dan hak hak pemain gagal bayar
Pembagian Hak Siar TV : 100 % untuk Klub, diharapkan kontrak hak siar mendapat
nominal 40 M/musim
Pembagian Sponsor Utama : 80 % untuk Klub, 20 % untuk pengelolaan Liga, Minimal
sponsorship bernilai 100 M/musim.
Nominal subsidi /hak klub Superleague (sponsorship + hak siar) = 6-7 M/musim
Indonesia Superleague mengadopsi Model Liga utama Inggris ( EPL ) yang berdiri sendiri, terpisah dari kepengurusan PSSI, kompetisi dibentuk, diurus dan dimainkan oleh Klub. Dengan kondisi ideal nilai hak siar dan sponsorship yang berkisar 140 M/tahun, Liga berharap klub-klub mampu mandiri dan menguntungkan sehingga bisa tercipta klub-klub professional murni di tanah air tercinta ini.
Posisi 17-18 Superleague akan diganti/degradasi oleh Klub posisi 1-2 Divisi utama jika klub divisi utama tersebut lolos verifikasi lisensi klub professional



Strata 2 /Semi pro League : Title Divisi utama Liga Indonesia ( Liga Ti-Phone)
Status : Semi Pro
Anggota : 39 klub semi pro dibagi dalam 3 wilayah

Karena berstatus amatir/semi pro maka liga ini ada di bawah kendali PSSI. Dana APBD diperbolehkan dipakai untuk klub dengan maksimal penggunaan 5 Milyar/Klub/musim

Dilarang memakai Pemain Asing dan Wajib ada sekurang-kurangnya 6 pemain u-23 di starter team

Juara Grup divisi utama berhak promosi ke Superleague jika memenuhi syarat/lolos verifikasi lisensi klub professional

Klub peringkat terbawah dari masing-masing wilayah (3 wilayah) Degradasi ke Divisi satu Liga Indonesia


Strata 3 : Divisi Satu Liga Indonesia
Status : AMATIR
Anggota : 78 Klub amatir dibagi dalam 12 wilayah
Karena berstatus amatir maka liga ini ada di bawah kendali PSSI, Dana APBD diperbolehkan dipakai untuk klub dengan maksimal penggunaan 5 Milyar / Klub / musim

Dilarang memakai Pemain Asing dan Wajib ada sekurang-kurangnya 6 pemain u-23 di starter. Team Juara dan runner up liga berhak promosi ke Divisi utama liga Indonesia

12 klub yg menjadi juara wilayah dibagi menjadi 3 grup, dimana setiap grup terdiri dari 4 klub, dan pemenang dari 3 grup tersebut Promosi ke Divisi Utama

12 klub peringkat terbawah dari masing-masing wilayah melakukan pertandingan play off, 6 Tim yg menang bertahan di Divisi Satu, sedangkan 6 tim yg kalah harus degradasi ke Divisi Dua


Strata 4 : Divisi Dua Liga Indonesia
Status : AMATIR
Anggota : 80 Klub amatir dibagi dalam 18 wilayah
Karena berstatus amatir maka liga ini ada di bawah kendali PSSI, Dana Apbd diperbolehkan dipakai untuk klub dengan maksimal penggunaan 5 Milyar/Klub/musim

Dilarang memakai Pemain Asing dan Wajib ada sekurang-kurangnya 6 pemain u-23 di starter team

Juara masing-masing wilayah (18 wilayah) dibagi menjadi 3 group, Juara dan Runner up tiap grup berhak promosi ke Divisi 1

Usulan – Usulan Lain
  1. 4 klub LPI eks ISL dan 2 Klub LPI terkuat di verifikasi bersama sama 15 team ISL dan 3 tim divisi Utama...sisa 13 team LPI itu opsinya bisa merger, dilepaskan kepemilikan, atau merangkak dari divisi 3..ini untuk menyederhanakan proses verifikasi Liga baru nanti.
  2. Jika melihat penggunaan APBD utk tiap divisi dari Semi Pro sampai ke Divisi Dua, semua mendapat dana 5 Milyar, maka demi untuk “memaksa” klub tersebut agar dapat beralih menjadi professional, pemberian dana APBD akan berkurang/dikurangi apabila semakin tinggi stratanya.
  3. Untuk penggunaan dana APBD yang 5M hanya untuk penggunaan perbaikan dan pembangunan infrastruktur dan aspek legalitas. Dengan uang 5M maka setiap peserta liga professional maupun amatir akan memiliki lapangan rumput no 1 sandar FIFA dan utilitas lapangan yang baik.Musim kedua mereka bisa gunakan untuk pembuatan lapangan latihan disertai sarana gym atau rungan pendukung latihan.selanjutnya dan selanjutnya, jadi kita buat pembangunan liga dengan berjenjang, kalau dengan 5M digunakan untuk keperluan liga(pertandingan) maka hasilnya tidak akan seberapa.
  4. Seluruh klub di Liga Indonesia harus memenuhi syarat wajib yaitu memiliki pembinaan usia dini (Youth Development) yg jg merupakan salah satu syarat klub professional.
  5. Dan setiap kali klub yg promosi atau naik stratanya maka dikenakan kewajiban utk memenuhi salah satu syarat sebagai klub professional, dengan demikian akan membantu klub tersebut atau mempercepat transformasi klub menjadi klub-klub yang professional, selain syarat wajib yg diatas
    1. Untuk divisi 2 maka mesti memenuhi 2 aspek yakni sehat secara keuangan dan memiliki lapangan pertandingan dan latihan
    2. Untuk divisi 1 maka kelengkapannya adalah 3 aspek yakni sehat secara keuangan ,memiliki lapangan latihan dan pertandingan
    3. Saat naik ke divisi utama / semipro maka mereka mesti melakukan pelengkapan terhadap aspek ke 4 yakni tenaga professional mereka, benar2 profesional, juga dilengkapi dengan 3 aspek sebelumnya
    4. Sehingga pada saatnya mereka akan naik ke liga super mereka sudah dalam tahap pembentukan badan hukum berupa PT. Namun perlu diperhatikan setiap klub yang berada pada level tertentu diharuskan mempersiapkan perbaikan standar. misal selama klub XXX masih bermain di divisi 2 mereka berkewajiban untuk membentuk persiapan tahap pemenuhan aspek legalitas standar yang diperlukan. Sehingga kita tidak perlu lagi kondisional, mereka para klub sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari untuk bersiap secara perlahan-lahan, selain itu untuk kebutuhan lapangan, setiap naik kasta maka standar rumput dan lain-lain, utilitas lapangan juga mengalami kenaikan level juga. Karena kita tidak mungkin menggunakan rumput kelas 3 untuk game kelas 1. Demi kualitas pertandingan.
6. Seluruh klub di Liga Indonesia harus memiliki pembukuan yg jelas dan rapi mengenai
pemasukan dan pengeluaran Klub, disertai dengan tanda terima atau bukti pembayaran yg
sah. dan mengaudit keuangan setiap tahun yg dilakukan oleh akuntan publik
7. Dibentuknya Asosiasi Wasit dan Asosiasi Pemain
8. Larangan pemain asing di divisi utama mungkin baru sebatas gagasan atau konsep, dengan
asumsi klub divisi utama kemampuan finansial dan daya jualnya belum economic scale, atau
masih boleh pake APBD terbatas

Rabu, 22 Juni 2011

Dukungan dari Gio

Giovanni van Bronckhorst Dukung Visi Sepakbola Arifin Panigoro
Jakarta– Giovanni van Bronckhorst sangat terkesan atas sambutan hangat yang ia terima selama di Jakarta. Ia tak mengira, meski sudah pensiun sebagai pemain sepakbola, orang Indonesia masih menyambutnya dengan ramah. “Saya memang terkejut dengan sambutan hangat di sini, apal...agi ini baru pertama kali saya datang ke Indonesia,” ujar Giovanni, Selasa (21/6) malam. Selama berkarier sebagai pemain sepakbola, mantan pemain Arsenal (Inggris) dan Barcelona (Spanyol) ini memang sudah beberapa kali mengunjungi negara-negara di Asia. Namun untuk ke Indonesia, ini memang yang pertama kali baginya.

“Saya memang tak pernah melupakan untuk bermain di Indonesia. Apalagi saya akan bermain dengan pemain-pemain terbaik di liga Indonesia,” tegas Gio, panggilan akrab Giovanni van Bronckhorst, yang malam itu mengenakan baju kotak-kotak lengan panjang. Pemain kelahiran Rotterdam ini akan ikut bermain dalam Starbol-Unite for Football Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (22/6) sore. Laga ini mempertemukan para pemain dari Liga Primer Indonesia (LPI) dengan liga lain.

Selasa malam, mantan kapten timnas Belanda di Piala Dunia 2010 ini disambut penggagas Liga Primer Indonesia, Arifin Panigoro, di kediamannya di Jalan Jenggala, Jakarta Selatan, dalam sebuah acara makan malam. Sambutan yang hangat dari tuan rumah membuat Gio merasa betah berbincang dengan Arifin Panigoro, maupun dengan beberapa CEO klub yang berkompetisi di Liga Primer Indonesia (LPI), dan beberapa pemain LPI.

Giovanni sangat tertarik dengan visi Arifin Panigoro tentang pengembangan sepakbola di Indonesia ke depan. Bila itu bisa berjalan, Gio yakin sepakbola Indonesia akan diperhitungkan di tingkat Asia, dan kemudian dunia, dalam waktu yang tidak terlampau lama.

Malam itu Gio datang bersama rombongan disertai manajemen Threesixty, promotor yang mendatangkan serta mengatur kegiatannya selama di Indonesia.

Gio memang memiliki darah Indonesia. Sang ayah, Victor van Bronckhorst, adalah pria berdarah campuran Indonesia-Belanda. Sedangkan ibunya, Fransien Sapulette, asli dari Saparua, Maluku.

Mantan pemain yang pernah membawa Barcelona juara Liga Champions pada 2006 ini juga mengungkapkan, ia akan tetap berkosentrasi di Belanda dalam beberapa tahun mendatang. “Saya berusaha meningkatkan kemampuan saya sebagai pelatih. Dalam beberapa tahun mendatang, saya akan fokus dalam bidang kepelatihan, terutama agar saya segera mendapatkan lisensi melatih. Yang jelas, saya akan mencoba menjadi pelatih di Belanda,” ujar Gio tentang rencananya ke depan.

Gio juga mengungkapkan latar belakang mengapa ia mendirikan yayasan yang diberi nama Giovanni van Bronckhorst Foundation di Indonesia. “Ketika saya mulai melatih di Belanda, kami memulai proyek ini. Di sana kami membuat semacam akademi sepakbola untuk anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar. Kami berusaha membantu mereka,” ujar pria yang sejak 2003 menjadi pemain Feyenoord Rotterdam itu.

Di sana, lewat yayasan yang didirikannya, Gio membangun sport center dengan lingkungan dan suasana yang bagus. Harapannya, dengan didirikannya yayasan serupa di Indonesia, ia bisa membantu lebih banyak anak-anak Indonesia untuk bermain sepakbola. “Kami ingin memberikan hal yang serupa kepada anak-anak Indonesia,” katanya.

Soal persiapan laga Starbol sore ini, Gio mengatakan sudah berlatih sehari sebelumnya. Ia mengaku bahwa hari pertama kedatangannya merupakan hari yang cukup panjang dan melelahkan. Namun, ia memberikan jaminan 100 persen akan menyuguhkan permainan terbaiknya di hadapan penonton Starbol.

“Saya mungkin tak bisa bermain selama 90 menit, karena untuk ke Indonesia saya harus menjalani perjalanan yang cukup panjang. Saya kira 45 menit sudah cukup, dan lihat saja bagaimana penampilan saya nanti,” katanya.

Dia juga telah melihat kemampuan kedua tim yang akan berlaga di Starbol nanti. Menurut Gio, beberapa dari mereka ada yang sudah bermain di level internasional dan bermain cukup bagus. “Tentu saja mereka juga ingin melihat bagaimana saya bermain setelah gantung sepatu selama setahun,” kata Gio, yang dulunya berposisi sebagai gelandang bertahan.

Selasa, 21 Juni 2011

Tentang SU GBK, Senayan Jakarta



Stadion Utama Gelora Bung Karno
Kota : Jakarta Pusat, DKI Jakarta Raya
Dibangun : 8 Februari 1960 (Renovasi 2007)
Kandang : Tim Nasional Indonesia, Persija Jakarta (Liga Super)
Kapasitas : 88.083 tempat duduk.
Tipe Stadion : Stadion Sepakbola Lama.
Kategori : A
Event besar - Asian Games IV Jakarta 1962
- Sea games (beberapa kali)
- PON (VI 1965, VIII 73, IX 77, X 81, XI 85, XII 89, XIII 93, XIV 96)
- LG Cup 2002 (turnament sepakbola antar klub Asia Tenggara)
- Piala Asia 2007
Big Match - Final Liga Indonesia I 1994/1995 (Persib vs Petrokimia 1-0)
- Final Liga Indonesia II 1995/1996 (Mantrans Bandung Raya vs PSM 2-0)
- Final Liga Indonesia III 1996/1997 (Persebaya vs Bandung Raya 3-1)
- Final Liga Indonesia VI 1999/2000 (PSM vs Bontang PKT 3-2)
- Final Liga Indonesia VII 2001 (Persija vs PSM 3-2)
- Final Piala Tiger 2001 (Indonesia vs Thailand 2-2, Thailand menang pinalti)
- Final Liga Indonesia VIII 2002 (Petrokimia vs Persita 1-1 ET 2-1)
- Final LG Cup 2002 ( East Bengal India vs Detero Sasana Thailand 1-0)
- Kandang Indonesia Final Piala AFF 2004 (Indonesia vs Singapura 1-3)
- Final Liga Indonesia XI 2005 (Persipura vs Persija 2-2 ET 3-2)
- Final Copa Indonesia 2005 (Arema vs Persija 4-3)
- Final Piala Asia 2007 (Irak vs Arab Saudi 1-0)
  • Final Copa Indonesia 2007/2008 ( Sriwijaya FC vs Persipura 1-1 ET 1-1,Pen 3-0)
Sejarah Singkat :
google.com
Gelanggang Olahraga (Gelora) Bung Karno adalah sebuah kompleks olahraga serbaguna di Senayan, Jakarta, Indonesia. Kompleks olahraga ini dinamai untuk menghormati Soekarno, Presiden pertama Indonesia, yang juga merupakan tokoh yang mencetuskan gagasan pembangunan kompleks olahraga ini. Dalam rangka de-Soekarnoisasi, pada masa Orde Baru, nama kompleks olahraga ini diubah menjadi Istora Senayan. Setelah bergulirnya gelombang reformasi pada 1998, nama kompleks olahraga ini dikembalikan kepada namanya semula melalui Surat Keputusan Presiden No. 7/2001.[1]. Dengan kapasitas sekitar 100.000 orang, stadion yang mulai dibangun pada pertengahan tahun 1958 dan penyelesaian fase pertama-nya pada kuartal ketiga 1962 ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Menjelang Piala Asia 2007, dilakukan renovasi pada stadion yang mengurangi kapasitas stadion menjadi 88.083 penonton.
Pembangunannya didanai dengan kredit lunak dari Uni Soviet sebesar 12,5 juta dollar AS yang kepastiannya diperoleh pada 23 Desember 1958.(sejarah singkat, sumber: google.com).
Kondisi Sekarang
Tribun : A
Tempat duduk : B+
Fasilitas : A
Rumput : A
Drainase : A
Penerangan : A
Papan Skor : A
Kondisi : A
Kelompok suporter yang biasanya memadati stadion ini adalah The Jak Mania yang merupakan pendukung setia kesebelasan Persija Jakarta. The Jak Mania merupakan salah satu kelompok suporter terbesar yang ada di Indonesia.
Galeri Photo :
google.com
google.com
www.inggandika.blogspot.com


www.n0vri.wordpress.com


www.musicissilence.blogspot.com

google.com
google.com

Tentang BALI FOOTBALL

DULU, beberapa nama klub Bali cukup mentereng di ranah sepakbola tanah air. Seperti Persatuan Sepakbola Bali (Persiba), Kaprina, Indonesia Muda, Gelora Dewata, Perseden, Persekaba, Persegi Gianyar, dan Persegi Bali FC.

Pun dalam sejarah olahraga paling merakyat ini tercatat ada nama I Wayan ” Hanoman” Rantes, kiper terbaik PSSI Rayon tiga.

Ada lagi yang paling fenomenal, sayap kiri terbaik Asia pada zamannya, Abdul Kadir. Pria kelahiran Denpasar, 27 Desember 1948 silam ini di usianya yang belum genap 17 tahun ditarik ke skuad PSSI untuk memperkuat tim Indonesia di Games of New Emerging Forces atau Ganefo tahun 1965, di Korea Utara.

Kiprahnya bersama tim nasional tak usah diragukan. Pria mungil yang biasa dipanggil “Kancil” ini dikenal dengan kecepatan dan kelincahannya menggocek kulit bundar. Dia pun sukses melesakkan satu gol pada pertandingan melawan klub Santos, Brasil, yang diperkuat Pele, saat main di di Stadion Utama, Senayan, Jakarta.

Meski akhirnya timnas kita kalah dalam pertandingan yang berlangsung di tahun 21 Juni 1972, dengan skor 3-2, tapi Kadir membuat Pele berdecak kagum. Berkat kelihaiannya itu, Kadir juga sempat mencicipi liga profesional di beberapa Negara. Seperti Hongkong dan bergabung dengan tim Mackinnon Mackenzie.

Dia juga meneruskan kariernya sebagai pelatih. Kadir tercatat pernah sebagai pelatih nasional bersama M. Basri dan Iswadi Idris. Dia juga mampu mengantarkan klub Krama Yudha Tiga Berlian nangkring di posisi ketiga kejuaraan antarklub Asia tahun 1986 silam. Sayang, di saat usia uzur, dia terkena penyakit gagal ginjal dan akhirnya berpulang.

Selain Si “Kancil” pemain Bali yang bersinar di kancah nasional di antaranya ada Nyoman Oka dan Nyoman Selamet Witarsa yang membela Persebaya. Generasi berikutnya ada Made Manalika, pemain Kaprina Bali itu dipanggil PSSI Garuda untuk mempertajam lini depan timnas.

Sayang, prestasinya terganjal nasib. Manalika mengalami kecelakaan lalu lintas, cedera permanen tangan kiri patah. ” Sekarang Manalika kerja di sebuah bank perkreditan dekat Kapal, Badung. Juga main di klub (Putra Kapal),” kata Mamak Abdullah, tokoh bola Bali yang mengetahui perjalanan liku liku si kulit bundar di Pulau Dewata ini.

Nah, untuk klub profesional, yang paling menonjol tentu Gelora Dewata, di tahun 1980-an akhir. Tim ini berhasil bertengger sebagai runner up piala liga setelah kalah tipis 1-0 melawan Pelita Jaya di Jakarta.

Pun begitu, saat berlaga dalam Winners Cup Asia, menjamu Perak FC, Malayisa. Gelora Dewata menang 2-0 atas tim negeri jiran itu. Sayang, muncul keteledorn tidak mendaftarkan legiun asing (Vata Matanu Garcia, Campos dan Jeremy) yang berbuah Gelora Dewata didiskulifikasi.

Klub ini sendiri akhirnya pindah home base ke Sidoarjo, Jatim dan berganti nama jadi Delta Putra Sidoarjo (Deltras). Dari sana bakat pemain Bali naik pamor. Seperti Rai Bawa, Ida Bagus Mahayasa, I Made Pasek Wijaya, maupun Wayan Sukadana.

Di awal 1990-an Bali juga memiliki pemain hebat, macam Alexander Saununu yang pernah merumput sebagai striker di Pelita Jaya dan Barito Putra. Sepuluh tahun berselang, geliat bola di Bali sempat vakum. Sebelum akhirnya, di tahun 2000-an.

Perseden Denpasar waktu itu berhasil menembus divisi satu untuk selanjutnya melaju ke divisi utama. Disusul Persegi Gianyar, dan saudara bontot mereka, Persekaba Badung bertengger di divisi satu. Suporter pun mulai berkembang. Laskar Catur Muka (Perseden), Kuda Jingkrak(Persegi), dan Laskar Keris Badung yang jadi penyemangat Persekaba pun, mulai membludak jumlahnya.

Masa jaya kembali terulang. Bibit potensial pemain Bali pun makin tumbuh subur. Sayangnya, itu tak bertahan lama. Ketiga tim tak bisa melanjutkan kompetisi. Masalahnya klasik, akibat dana yang cekak.

Celakanya, Persekaba melakukan jalan pintas. Akibat utang yang melilit, klub tersebut malah dijual lisensinya ke Yakuhimo, Papua. Dengan nilai transaksi di bawah Rp 2 miliar.

Berakhir? Tidak juga. Sejatinya, gereget sepakbola di Bali berusaha dipertahankan. Made Sumer, mantan wakil Bupati Badung sempat memotori berdirinya Persegi Bali FC di divisi utama. Pun begitu, meski dibentuk yayasan untuk penggalangan dana.

Sayang, dalam perjalanannya Persegi Bali FC tetap harus “kolaps” karena hanya bermodalkan Rp 4 miliar, untuk operasional pun tak cukup. Ini sempat disiasati dengan menggunakan pemain lokal, Komang Adyana dkk, berikut pelatih asli Bali sendiri, Made Sony Kawiarda.

“Kalau semua komponen bola bersatu bersama pemerintah mendukung saya yakin bisa. Jangan hanya waktu pemilihan kepala daerah saja terlihat gregetnya. Saya yakin bisa, kok. Coba lihat daerah lain. APBD kecil, tapi kok bisa ? Itu karena besarnya kepedulian tokoh dan pemerintah, ” sebut Mamak yang notabene mantan pemain junior Perseden, yang kini pelatih Damar Sakti senior.

Meski tim ambruk, syukurnya para pemain asal Bali, meski terpencar masih diterima di banyak klub di tanah air. Itu tak lepas dari skill mereka yang bisa dikatakan bersaing dengan pemain nasional daerah lain.

Di antaranya bahkan masuk ISL, kompetisi sepak bola antar klub profesional tertinggi, yang diikuti 18 klub terbaik dengan format kompetisi penuh, home and away. Dimulai sejak 2008 lalu, di bawahnya ada kompetisi divisi utama, dan divisi satu. Digadang-gadangi mirip English Premier League liga terbaik dunia atau paling tidak bisa menyamai liga Jepang (J League) ataupun Liga Korea.

Sebut saja mantan Kapten Perseden di divisi utama, Wayan Sukadana, juga sempat berlabuh di Mitra Kukar, Kaltim. Dan kini membela PS Mojokerto Putra (PSMP). Klub ini sekarang lolos 16 besar Piala Indonesia (kejuaraan yang mempertemukan seluruh klub sepak bola dari empat tingkatan kompetisi Liga Indonesia yakni Liga Super Indonesia, divisi utama, satu, dan dua).

Kemudian, ada mantan pemain Persegi, Perseden, maupun Persekaba tergabung di Persiba Balikpapan, yakni, Muhamadan, Made Wirawan, dan Kadek Darma Putra. Lainnya, mantan gelandang serang Persekaba yang hijrah di Persela Lamongan ada Gangga Mudana dan Gede Sukadana. Sementara Johan Charles bersama kawan-kawannya berhasil memawab Persibo Bojonegoro, keluar sebagai juara divisi utama dan tembus Super Liga.

Komang Mariawan di Pro Duta divisi utama. Dan masih banyak lagi. Seperti Bayu Yusa ( Semen Padang), Made Wirahadi alias Binter di Pelita Jaya.

” Memang banyak pemain Bali membela klub, baik itu super liga maupun divisi utama dan satu. Kebanyakan sebagai pemain utama. Skill pemain kita (Bali) cukup diperhitungkan, di luar pulau, ” kata Sukadana.

Menurutnya, sebagai pemain profesional di Indonesia, sebetulnya yang didapat secara materi, cukup lumayan. Pria asal Denpasar itu merujuk kontrak di atas Rp 100 juta dengan gaji kisaran Rp 10 juta.”Secara materi di luar Bali memang lebih dihargai. Tapi ya sulit ketemu keluarga. Saya ini empat galungan tidak sempat pulang (dua tahun). Sekarang izin pulang ke Bali, karena ada odalan, ” ungkapnya.

“Memang kelemahan orang Bali, sulit merantau. Tapi, karena saya memang suka bola, ya saya jalani, ” imbuhnya. Pun dengan striker Pro Duta, Mariawan. Mantan pemain Persegi, itu menjatuhkan pilihannya di dunia bola. Awalnya, hanya ingin keliling Indonesia. “Kalau di luar, saya sembahyang seperti biasa ke pura-pura, ” ungkap mantan pemain Arema Malang dan Pupuk Kaltim yang kabarnya dibanderol untuk kontrak Rp 700 juta, di dua klub papan atas tanah air tersebut.

“Kalau kontrak sekarang ( Pro Duta) di atas Rp 100 juta. Gaji dan kontrak itu tergantung prestasi. Kalau bagus ya bagus hasilnya, ” sambung jebolan SMAN 5 Denpasar tersebut. Dari hasil kerjanya di dunia sepakbola. Dia sudah punya rumah, mobil, dan beberapa usaha.

Pria asal Banjar Gemeh, Denpasar, itu dia berusaha menabung untuk masa depannya. ” Rencana kalau tidak lagi main, ingin jadi pelatih, ” ucapnya. Keinginan itu pun sama dengan Sukadana. Dia juga punya arah tetap di bola, setelah karirnya mentok di pemain.

Sedikit beda dengan Ketut Cenik Ari Arsana, mantan bomber Persekaba, sekarang memilih membantu klub.” Saya sudah nanggung keluar merantau sudah umur, di bola cuma cari keringat saja. Ngayah istilahnya, memajukan sepakbola Kuta, ” jelas pria asal Kuta, kelahiran 34 tahun silam tersebut.Tim-tim yang pernah melamar Cenik, di antaranya Persebaya dan Persik Kediri. “Saya sempat dipanggil manajer Persebaya. Tapi saya jelaskan bola itu hobi saya. Pekerjaan saya mengurus hotel, ada hotel keluarga. Hotel Pujawan namanya, ” sebutnya.Dengan begitu, jadwal Cenik pun terbilang padat. Pun begitu, dia berusaha tetap meluangkan waktunya di bola, selain sibuk bisnis. ” Dulu, demi bola waktu di Gelora Dewata saya pikir bisa membagi waktu. Sampai kuliah di Warmadewa Fakultas Ekonomi tidak tamat, hanya sampai delapan semester. Saya sama Kadek Suartama ( pelatih Persegi) dulu, ” sambung suami Ketut Sriyasni ini. Anak keempat dari lima bersaudara pasangan Nyoman Pujawan dan Nyoman Astiti ini tetap berharap sepakbola Bali, bisa bangkit.

Senada juga dilontarkan AA Ketut Brahmastra, anggota Satintelkam Poltabes Denpasar, yang sempat dilirik Perseden Denpasar, tapi batal karena cedera lutut kiri itu pun punya keinginan sama. “Kalau tidak bisa, ya pembinaan lebih ditingkatkan. Kalau bisa, Bali ini jadi bank pemain sepakbola. Jadi, banyak daerah mencari pemain ke sini, ” pungkas pria 27 tahun asal Padangsambian, Denpasar, yang kini menekuni profesi sebagai pelatih tim Kundalini tersebut.

JPNN

Senin, 20 Juni 2011

Sejarah ASI ( Aliansi Supporter Indonesia )

Pada kamis malam tgl 7 Januari 2011, sekitar pukul 19.30 WIB, telah berkumpul beberapa tokoh suporter sepak bola se Indonesia di Domus Cafe, Jl. Veteran 1 Jakarta Pusat. Suasana pertemuan itu begitu santai dan bersahabat dan langsung terjalin rasa persaudaran diantara kita.


Aliansi Suporter Indonesia, mewakili suporter Indonesia yang sayang sekali tidak semua perwakilan suporter bisa hadir karena banyak nomor telpon dari koordinator suporter tidak saya miliki dan juga diantara mereka tidak bisa hadir karena waktu pertemuan yang diberitahukan hanya dalam beberapa hari, serta jarak yang mungkin sangat jauh dan pada hari kerja. Aliansi Suporter Indonesia direalsisaikan karena keinginan para pecinta sepakbola yang prihatin akan carut marut kepengurusan PSSI dibawah pimpinan Nurdin Halid.

Dalam pertemuan semalam di Domus Cafe Jl.Veteran 1 Jakarta Pusat. Kita sepakat menamakan gerakkan kita dengan nama Aliansi Suporter Indonesia. Adapun point yang dibahas adalah :

1. Membuat petisi untuk Parpol (Partai Politik) agar tidak ikut campur dalam organisasi sepak bola.
2. Membuat Petisi ke KPK untuk meng-audit keungan PSSI.
3. Rencana Gerakan Turun ke jalan

Ada 4 point yang penting yang dihasilkan dari pertemuan malam itu yakni:

1. Sepak bola adalah elemen yang mampu mengangkat jati diri dan harkat martabat bangsa.

2. Korupsi adalah musuh bersama yang menghancurkan sendi berbangsa dan bernegara, termasuk korupsi dalam sepakbola.

3. Visi kita adalah mewujudkan pesepakbolaan yg mengambil nilai2 diatas, dimana sepakbola mampu mengangkat jati diri bangsa.

4. Pembenahan secara menyeluruh.

"Sepakbola harus dikembalikan kepada miliki bangsa, tidak boleh dipolitisi. Saya harap kalau ada gerakan, gerakan itu adalah gerakan moral dan bukan bersandar karena benci pada Nurdin apalagi benci PSSI karena PSSI harus kita junjung, tapi yg diperjuangkan adalah pelurusan orang-orang didalamnya.

"Di dalam statuta FIFA jelas-jelas ditegaskan bahwa seseorang yg terlibat korupsi atau tindak pidana tidak dapat menjadi pengurus federasi. Point ini menjadi penipuan yang luar biasa oleh Nurdin Halid.

Jadi langkah awal, kita akan hearing ke Komisi X DPR RI yang mungkin akan segera dilaksanakan minggu depan, kemudian meneruskan ke Menegpora dan KPK.

Untuk melaksanakan agenda tersebut, ASI membentuk Tim Sebelas yang dikapteni Djundan Hidayat atau dikenal dengan nama(Mang Juned). Anggota kesebelasan adalah KH. Maman Imanulhaq, Ian Alon Rajagukguk, Roy Romero, Franky Chandra, Richard Ahmad, Nanang Ariadi, Partoba Pangaribuan, Ariesta Budiyono, Helmi Atmaja, Yan Kurniawan, Novita Elly Efroza. Sebagai penasihat adalah Nia Sjarifudin.


Surat Petisi
Aliansi Supporter Indonesia (ASI)

Aliansi Suporter Indonesia (ASI) lahir dari keprihatinan para pecinta sepak bola tanah air terhadap kondisi sepak bola saat ini. Keprihatinan ini sebenarnya merupakan gambaran umum keprihatin masyarakat terhadap carut marut pengurus sebuah organisasi sepak bola tanah air yang dinamakan PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia). Dalam beberapa tahun belakangan ekspresi yang muncul dari masyarakat pecinta sepak bola Indonesia, jika berbicara tentang sepak bola nasional lebih banyak diwarnai oleh ekspresi kekecewaan. Kekecewaan itu karena masyarakat tahu bahwa pengelolaan sepak bola Indonesia tidak pernah mengalami perbaikan dan prestasi tim nasional Indonesia semakin menurun.

Tetapi baru baru ini saat sepak bola mulai melangkah untuk sebuah perbaikan prestasi, tim nasional yang telah sukses memenangkan beberapa pertandingan awal dengan gemilang dalam kompetisi AFF, telah mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat pecinta sepak bola khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, yang walaupun harus mengakui kehebatan tim nasional Malaysia yang telah menyabet gelar juara AFF untuk pertama kalinya.

Euforia masyarakat pecinta sepak bola, tidak dapat dilukiskan dengan kata kata, menyambut gembira saat tim kesayangannya memenangkan pertandingan demi pertandingan dengan gemilang. Namun belum usai mencapai babak final, orang orang yang tidak berkepentingan dalam pembinaan sepak bola, berebut mencari muka dengan mengundang timnas di saat mereka harus berkonsentrasi dan focus pada latihan menghadap lawannya pada babak final. Tetapi dengan arogannya Aburizal Bakrie yang notabene sebagai Ketua Umum Partai Golkar mengundang Timnas makan siang di rumah pribadinya, yang tentu saja ini telah mengganggu program latihan timnas. Tentunya masyarakat Indonesia tidak bodoh menanggapi undangan pribadi itu dan juga mendapat komentar negative dari beberapa tokoh partai politik lainnya.

Menyikapi semua itu, masyarakat pecinta sepak bola tanah air, tentu saja hanya menyalahkan kepada Ketua Umum PSSI Nurdin Halid yang harus mempertanggung jawabkan semua itu. Masyarakat pecinta sepak bola tanah aur telah lama tidak mempercayai lagi pada kepengurusan PSSI di bawah komando Nurdin Halid yang kontroversial dan mantan napi dengan beberapa kasus korupsi. Nama ketua umum PSSI, sudah tidak diakui lagi oleh organisasi sepak bola dunia FIFA, juga ditolak duduk sebagai salah seorang anggota eksekutiv AFC, yang mana ini telah membuktikan bahwa dunia internasionalpun sudah tidak mempercayai lagi PSSI dibawah kepemimpinan Nurdn Halid.

Oleh karena itu, berbagai kelompok supporter se Indonesia membentuk persatuan supporter yang kami namakan Aliansi Suporter Indonesia (ASI). Adapun tuntutan ASI adalah :

1. Menuntut resturiksasi atau reformasi dalam kepengurusan PSSI sesegera mungkin
2. Menolak politisasi sepakbola nasional dengan tidak mendudukkan kader partai dalam posisi puncak dan strategis
3. PSSI hanya dikelola oleh orang-orang independen dan profesional dalam bidangnya
4. Mengembalikan fungsi APBD yang sesuai dengan Pasal 155 PP nomor 58 Tahun 2005; Peraturan Mendagri no 58 Tahun 2005 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; dan Permendagri no. 13 Tahun 2006 tentang pedoman Pengelolaan keuangan Daerah; serta Surat Mendagri no .903/187/SJ yang berisi pelarangan penggunaan dana APBD secara rutin bagi klub sepakbola
5. Menuntut diadakannya audit kelembagaan PSSI secara transparan, bersih dan independen
6. PSSI harus memberikan izin pada setiap usaha kompetisi profesional yang ingin memajukan persepakbolaan Indonesia
7. Menolak calon ketua umum PSSI yang mempunyai perkara hukum.
8. Menuntut keamanan, kenyamanan dan fasilitas yang layak bagi penonton.


Jakarta,
Kapten Aliansi Supporter Indonesia (ASI)

( Mang Juned )


Anggota :

Djundan Hidayat (Mang Juned/Timnas) Kapten
Nanang Ariadi (Bonek)/Wakil Kapten
Ariesta Budiyono (Info Supporter )
Ian Alon Rajagukguk (PSSI Tandingan)
Roy Romero (Kampak Medan)
Yan Kurniawan (Bobotoh Persib)
Partoba Pangaribuan (Timnas)
Helmi Atmaja (Joglosemar)
Novita Elly Efroza (Singamania)
Richard Ahmad (The Jakmania)
Adal Bonai (Spartacs Padang)

Logistik/Kesehatan:
Sawunggaling Suroboyo
Bang Ryaen

Team Manager
Maman Imanulhaq
Nia Syarifudin

Sekertaris :Agnes

Terancam ngak diambil rapot semester 2...

Tahun ini keluarga besar gw emang udah jauh jauh hari merencanakan liburan keliling JAwa Tengah mulai tanggal 1 July mendatang. Persiapan juga udah dilakuin jauh jauh hari. Dari pengecekan kendaraan sampe alat komunikasi supaya trus berkoneksi dengan yg lain. Tapi sekolah gw, SMAN 7 Kota Bekasi baru akan melakukan pengambilan rapot tgl 2 July nanti, bokap bilang kalo gtu ntar aja deh abis pulang dari Jawa. Emang misi ke Jawa kali ini gk bisa ditunda. Ini mumpung mbah gw masih kuat jalan. Mungkin ini terakhir kalinya mbah gw pulang ke Jawa. Ya semoga aja mbah gw bisa diberi umur panjang dan melihat gw cucu kedua diwisuda. Masa rambut udah gw gondrongin gk jadi ke Ambarawa.. hahhahaa

Tahun ini juga tahun kelam gw dalem belajar. Dikelas gw gk dapet jabatan apa apa coba. Dulu waktu di X 5 gw sekertaris ama bendahara ( rangkap jabatan ) trus dibola gw sekertaris. Tahun kemarin gk ada yg sp, tahun ini ada 2 yg sp ( smester pendek ).
IP gw tahun kemarin 8,1 tahun ini kira kira berapa yaaa??? Tapi X IPA 3 kebersamaannya yg gw salut... 

Semoga di smester 3 nanti bisa bersatu kembali dgn temen X 5 dan X IPA 3

Lima serangkai PSSI

Lima sekawan yang menurut saya bisa bersatu dan menjadikan persepakbolaan nasional kembali barjaya.
Aku berpikir, jika mereka semua bersatu pasti TimNas Indonesia dan Liga kita bisa lebih baik.
Kelima orangnya adalah :
1. Agum Gumelar
    menurut saya beliau sangat leader ship. Beliau juga pandai meloby FIFA. Beliau separuh hidup sudah dihabiskan dalam dunia lapangan hijau. Bpk Agum merupakan figur orang yg displin dan taat aturan.
2. Nirwan Bakrie
    terlepas dari bendera yg beliau usung, keluarga bakrie sudah selayaknya memang kita beri dukungan. Keluarga ini sudah banyak jasanya dalam urusan dalam negri, mmm walau masih banyak yg harus diperbaiki. Kekayaannya dapat kita manfaatkan. Ingat ini semua harus terlepas dari bendera partai.
3. Arifin Pandigoro
    beliau merupakan figur bisnis. Ini juga harus terlepas dari usahanya untuk mencari uang. Kita tidak boleh berpikir bahwa beliau mencari untung. Tapi bagaimana semangat beliau untuk membangkit finansial club. Beliau memang kaya. Disini Liga kita bisa jadi propesional.
4. Goerge Toisutta
    beliau adalah figur jendral ( pemimpin ). yg pasti beliau tegas dan setia pada NKRI ( cinta tanah air ) dan seharusnya beliau tidak membuat malu bangsanya. Keberanian beliau bisa membuat persepakbolaan nasional yg tegas.

Dan yg satu adalah
5. Iman Arif
    nah kalo yg ini memang idola saya. Beliau adalah seorang manager TimNas Indonesia. Beliau juga pemilik 20%saham Leicester United club asal Inggris. Sudah pasti pengalamannya sangat bermanfaat dan dapat membawa merah putih kembali berjaya.


Harapan saya kelima tokoh ini bisa membangun akademi sepakbola yg baik. Beliau Beliau inilah orang kaya yang dapat membeli sebagian saham saham club club asing yg akademinya baik.Saya juga berharap SAD Uruguay tetap berlanjut.

Jayalah Merah Putih

Minggu, 19 Juni 2011

My Favorite

Hy guys.... tulisan ini menjelaskan kesukaan yg aku suka.... mmmmm mungkin ada yg unik. Lihat yukkk kawand" :
1. Makanan favorite: Nasi goreng dan bakso mie ayam.
2. Minuman favorite: Teh manis dan kopi.
3. Warna favorite : biru dan merah.
4. Olahraga favorite : sepakbola ( ini sesuai dgn karier ).
5. Mata pelajaran favorite : Biology.
6. Teman terkrab : Jonathan Daniel dan Gumilar Kusuma Hendra.
7. Club sepakbola favorite : Int. Barcelona, Nasional Persija dan Persipura.
8. National Team favorite football : Indonesia National Team (PSSI).
9. SSB / SSI favorite : Milan Camp Junior.. ( tpi SSB gw di Tunas Patriot Bekasi hahhaha )
10. Buku favorite : Love.
11. Film favorite : Series Rambo.
12. Group band favorite : Ungu (Purple Band).
13. Tokoh tokoh idola : Pasha, BePe, Firman Utina, Boaz dan yg paling jadi panduan gw dalam jdi beck adalah Charis Yulianto.... gw pingen kayak Dia jadi bek TimNas terhebat!!! dan juga Gerad Pique.
14. Pelatih favorite : Sir Alex.
15. Guru favorite always: Pak Hutahayan. ( Beliau guru olimpiade matematika gw pas SMP, cara ngajarnya itu loohhh.... enaaaakkkkkk bgt deh tak bakal tergantikan beliau )
16. Negara favorite : so Indonesia always....

Nah sekian tentang kesukaan saya...

Garuda di DadaKu.

Jumat, 17 Juni 2011

Irfan dan Okto tak ikut PPD

Irfan dan Okto tak ikut PPD

Dua bintang muda Indonesia, Irfan Bachdim dan Okto Maniani, tak masuk dalam skuad tim nasional Indonesia untuk babak Pra Piala Dunia (PPD) 2014 bulan depan. Keduanya tak dipanggil karena memperkuat timnas SEA Games.

Selain mereka berdua, bintang muda lainnya yang juga tak dipanggil adalah striker Yongki Ar...iwibowo dan kiper Kurnia Mega, keduanya dari klub Arema Malang.

Deputi Bidang Teknik Badan Tim Nasional (BTN), Iman Arif, mengatakan keempat pemain tersebut sengaja tak dipanggil karena mereka dipersiapkan untuk Timnas SEA Games.

"Keempat pemain ini dikonsentrasikan ke Timnas SEA Games. Jadi, tidak masuk dalam skuad," kata Iman.

Dia menjelaskan, ada 25 pemain yang dipanggil untuk babak kualifikasi Piala Dunia. 75 persen di antaranya adalah pemain-pemain yang tampil pada Piala AFF lalu.

Indonesia akan menjalani pertandingan Pra Piala Dunia akhir Juli nanti. Di pertandingan pertama, Indonesia akan menghadapi Turkmenistan pada 24 Juli.
PikiranKu sebagai masyarakat awam 

Melihat kisruh di PSSI yang sekarang ini gw dan bokap gw sediihhhh bgt..!!

Setiap berita olahraga yg gw tomton pasti yg gw berdua cari adalah tentang PSSI...
Bokap bilang, setiap anak bangsa berhak membela bangsanya, tetapi semuanya punya koridor.

Gw berdua pikir...
1. Udah tau GT dan AP ama FIFA gk boleh mimpin PSSI masih aja gk legowo. Apa lagi GT... mmmm menurut kami sangat memalukan!! Dia ntukan militer masa untuk bangsa gk mau ngasih yang terbaik. Beliau malah membnetuk ketua KN ... Bpk. Agum Gumelar.
2. Jika memang akhirnya niihhhh... semoga aja. Kalo mereka berdua boleh mimpin PSSI ya silahkan dipimpin, kami terima dan akan lihat hasilnya.

Pokoknya harapan kami sebgai masyarakatkan gk mau INDONESIA dibanned FIFA.

Majulah INDONESIA. <3 

Tentang Saya

Nama lengkap saya adalah Hendricus Novaldo Widodo Putra
Aku biasa dipanggil Aldo. Aku lahir di Kota Bekasi, Jawa Barat. Aku asli Indonesia.. hehhehehe... bangga produk lokal.

Sejak usia 6 tahun aku sudah mulai bermain bola. dan usia 9 tahun aku masuk SSB Tunas Patriot Bekasi sampai aku duduk di SMA kelas 1 sekarang ini. Rasa nasionalisme sangat tinggi. Aku slalu ingin bangsa ku dipandang dibidang apa pun terutama sepak bola.. aku bercita cita untuk menjadi pemain sepak bola dan dokter.

MMmmm.. mungkin kalo dokter karna faktor keturunan yaa... hehhehe
dulu ayah ku ( Antonius Wahyu Widodo ) juga bermain untuk TimNas junior U-19 pada tahun mmmmm 1985.. sayang saat disuruh memilih sekolah dokter atau bola, ayahku lebih memilih sekolah... sehingga karier terhenti... sayang yaaa...

sekarang aku dikasih kesempatan untuk mencapai keduanya....
demi kejayaan TimNas Indonesia aku slalu siapp...
Maju trusss TimNas Indonesia