Pada kamis malam tgl 7 Januari 2011, sekitar pukul 19.30 WIB, telah berkumpul beberapa tokoh suporter sepak bola se Indonesia di Domus Cafe, Jl. Veteran 1 Jakarta Pusat. Suasana pertemuan itu begitu santai dan bersahabat dan langsung terjalin rasa persaudaran diantara kita.
Aliansi Suporter Indonesia, mewakili suporter Indonesia yang sayang sekali tidak semua perwakilan suporter bisa hadir karena banyak nomor telpon dari koordinator suporter tidak saya miliki dan juga diantara mereka tidak bisa hadir karena waktu pertemuan yang diberitahukan hanya dalam beberapa hari, serta jarak yang mungkin sangat jauh dan pada hari kerja. Aliansi Suporter Indonesia direalsisaikan karena keinginan para pecinta sepakbola yang prihatin akan carut marut kepengurusan PSSI dibawah pimpinan Nurdin Halid.
Dalam pertemuan semalam di Domus Cafe Jl.Veteran 1 Jakarta Pusat. Kita sepakat menamakan gerakkan kita dengan nama Aliansi Suporter Indonesia. Adapun point yang dibahas adalah :
1. Membuat petisi untuk Parpol (Partai Politik) agar tidak ikut campur dalam organisasi sepak bola.
2. Membuat Petisi ke KPK untuk meng-audit keungan PSSI.
3. Rencana Gerakan Turun ke jalan
Ada 4 point yang penting yang dihasilkan dari pertemuan malam itu yakni:
1. Sepak bola adalah elemen yang mampu mengangkat jati diri dan harkat martabat bangsa.
2. Korupsi adalah musuh bersama yang menghancurkan sendi berbangsa dan bernegara, termasuk korupsi dalam sepakbola.
3. Visi kita adalah mewujudkan pesepakbolaan yg mengambil nilai2 diatas, dimana sepakbola mampu mengangkat jati diri bangsa.
4. Pembenahan secara menyeluruh.
"Sepakbola harus dikembalikan kepada miliki bangsa, tidak boleh dipolitisi. Saya harap kalau ada gerakan, gerakan itu adalah gerakan moral dan bukan bersandar karena benci pada Nurdin apalagi benci PSSI karena PSSI harus kita junjung, tapi yg diperjuangkan adalah pelurusan orang-orang didalamnya.
"Di dalam statuta FIFA jelas-jelas ditegaskan bahwa seseorang yg terlibat korupsi atau tindak pidana tidak dapat menjadi pengurus federasi. Point ini menjadi penipuan yang luar biasa oleh Nurdin Halid.
Jadi langkah awal, kita akan hearing ke Komisi X DPR RI yang mungkin akan segera dilaksanakan minggu depan, kemudian meneruskan ke Menegpora dan KPK.
Untuk melaksanakan agenda tersebut, ASI membentuk Tim Sebelas yang dikapteni Djundan Hidayat atau dikenal dengan nama(Mang Juned). Anggota kesebelasan adalah KH. Maman Imanulhaq, Ian Alon Rajagukguk, Roy Romero, Franky Chandra, Richard Ahmad, Nanang Ariadi, Partoba Pangaribuan, Ariesta Budiyono, Helmi Atmaja, Yan Kurniawan, Novita Elly Efroza. Sebagai penasihat adalah Nia Sjarifudin.
Surat Petisi
Aliansi Supporter Indonesia (ASI)
Aliansi Suporter Indonesia (ASI) lahir dari keprihatinan para pecinta sepak bola tanah air terhadap kondisi sepak bola saat ini. Keprihatinan ini sebenarnya merupakan gambaran umum keprihatin masyarakat terhadap carut marut pengurus sebuah organisasi sepak bola tanah air yang dinamakan PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia). Dalam beberapa tahun belakangan ekspresi yang muncul dari masyarakat pecinta sepak bola Indonesia, jika berbicara tentang sepak bola nasional lebih banyak diwarnai oleh ekspresi kekecewaan. Kekecewaan itu karena masyarakat tahu bahwa pengelolaan sepak bola Indonesia tidak pernah mengalami perbaikan dan prestasi tim nasional Indonesia semakin menurun.
Tetapi baru baru ini saat sepak bola mulai melangkah untuk sebuah perbaikan prestasi, tim nasional yang telah sukses memenangkan beberapa pertandingan awal dengan gemilang dalam kompetisi AFF, telah mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat pecinta sepak bola khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, yang walaupun harus mengakui kehebatan tim nasional Malaysia yang telah menyabet gelar juara AFF untuk pertama kalinya.
Euforia masyarakat pecinta sepak bola, tidak dapat dilukiskan dengan kata kata, menyambut gembira saat tim kesayangannya memenangkan pertandingan demi pertandingan dengan gemilang. Namun belum usai mencapai babak final, orang orang yang tidak berkepentingan dalam pembinaan sepak bola, berebut mencari muka dengan mengundang timnas di saat mereka harus berkonsentrasi dan focus pada latihan menghadap lawannya pada babak final. Tetapi dengan arogannya Aburizal Bakrie yang notabene sebagai Ketua Umum Partai Golkar mengundang Timnas makan siang di rumah pribadinya, yang tentu saja ini telah mengganggu program latihan timnas. Tentunya masyarakat Indonesia tidak bodoh menanggapi undangan pribadi itu dan juga mendapat komentar negative dari beberapa tokoh partai politik lainnya.
Menyikapi semua itu, masyarakat pecinta sepak bola tanah air, tentu saja hanya menyalahkan kepada Ketua Umum PSSI Nurdin Halid yang harus mempertanggung jawabkan semua itu. Masyarakat pecinta sepak bola tanah aur telah lama tidak mempercayai lagi pada kepengurusan PSSI di bawah komando Nurdin Halid yang kontroversial dan mantan napi dengan beberapa kasus korupsi. Nama ketua umum PSSI, sudah tidak diakui lagi oleh organisasi sepak bola dunia FIFA, juga ditolak duduk sebagai salah seorang anggota eksekutiv AFC, yang mana ini telah membuktikan bahwa dunia internasionalpun sudah tidak mempercayai lagi PSSI dibawah kepemimpinan Nurdn Halid.
Oleh karena itu, berbagai kelompok supporter se Indonesia membentuk persatuan supporter yang kami namakan Aliansi Suporter Indonesia (ASI). Adapun tuntutan ASI adalah :
1. Menuntut resturiksasi atau reformasi dalam kepengurusan PSSI sesegera mungkin
2. Menolak politisasi sepakbola nasional dengan tidak mendudukkan kader partai dalam posisi puncak dan strategis
3. PSSI hanya dikelola oleh orang-orang independen dan profesional dalam bidangnya
4. Mengembalikan fungsi APBD yang sesuai dengan Pasal 155 PP nomor 58 Tahun 2005; Peraturan Mendagri no 58 Tahun 2005 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; dan Permendagri no. 13 Tahun 2006 tentang pedoman Pengelolaan keuangan Daerah; serta Surat Mendagri no .903/187/SJ yang berisi pelarangan penggunaan dana APBD secara rutin bagi klub sepakbola
5. Menuntut diadakannya audit kelembagaan PSSI secara transparan, bersih dan independen
6. PSSI harus memberikan izin pada setiap usaha kompetisi profesional yang ingin memajukan persepakbolaan Indonesia
7. Menolak calon ketua umum PSSI yang mempunyai perkara hukum.
8. Menuntut keamanan, kenyamanan dan fasilitas yang layak bagi penonton.
Jakarta,
Kapten Aliansi Supporter Indonesia (ASI)
( Mang Juned )
Anggota :
Djundan Hidayat (Mang Juned/Timnas) Kapten
Nanang Ariadi (Bonek)/Wakil Kapten
Ariesta Budiyono (Info Supporter )
Ian Alon Rajagukguk (PSSI Tandingan)
Roy Romero (Kampak Medan)
Yan Kurniawan (Bobotoh Persib)
Partoba Pangaribuan (Timnas)
Helmi Atmaja (Joglosemar)
Novita Elly Efroza (Singamania)
Richard Ahmad (The Jakmania)
Adal Bonai (Spartacs Padang)
Logistik/Kesehatan:
Sawunggaling Suroboyo
Bang Ryaen
Team Manager
Maman Imanulhaq
Nia Syarifudin
Sekertaris :Agnes
Aliansi Suporter Indonesia, mewakili suporter Indonesia yang sayang sekali tidak semua perwakilan suporter bisa hadir karena banyak nomor telpon dari koordinator suporter tidak saya miliki dan juga diantara mereka tidak bisa hadir karena waktu pertemuan yang diberitahukan hanya dalam beberapa hari, serta jarak yang mungkin sangat jauh dan pada hari kerja. Aliansi Suporter Indonesia direalsisaikan karena keinginan para pecinta sepakbola yang prihatin akan carut marut kepengurusan PSSI dibawah pimpinan Nurdin Halid.
Dalam pertemuan semalam di Domus Cafe Jl.Veteran 1 Jakarta Pusat. Kita sepakat menamakan gerakkan kita dengan nama Aliansi Suporter Indonesia. Adapun point yang dibahas adalah :
1. Membuat petisi untuk Parpol (Partai Politik) agar tidak ikut campur dalam organisasi sepak bola.
2. Membuat Petisi ke KPK untuk meng-audit keungan PSSI.
3. Rencana Gerakan Turun ke jalan
Ada 4 point yang penting yang dihasilkan dari pertemuan malam itu yakni:
1. Sepak bola adalah elemen yang mampu mengangkat jati diri dan harkat martabat bangsa.
2. Korupsi adalah musuh bersama yang menghancurkan sendi berbangsa dan bernegara, termasuk korupsi dalam sepakbola.
3. Visi kita adalah mewujudkan pesepakbolaan yg mengambil nilai2 diatas, dimana sepakbola mampu mengangkat jati diri bangsa.
4. Pembenahan secara menyeluruh.
"Sepakbola harus dikembalikan kepada miliki bangsa, tidak boleh dipolitisi. Saya harap kalau ada gerakan, gerakan itu adalah gerakan moral dan bukan bersandar karena benci pada Nurdin apalagi benci PSSI karena PSSI harus kita junjung, tapi yg diperjuangkan adalah pelurusan orang-orang didalamnya.
"Di dalam statuta FIFA jelas-jelas ditegaskan bahwa seseorang yg terlibat korupsi atau tindak pidana tidak dapat menjadi pengurus federasi. Point ini menjadi penipuan yang luar biasa oleh Nurdin Halid.
Jadi langkah awal, kita akan hearing ke Komisi X DPR RI yang mungkin akan segera dilaksanakan minggu depan, kemudian meneruskan ke Menegpora dan KPK.
Untuk melaksanakan agenda tersebut, ASI membentuk Tim Sebelas yang dikapteni Djundan Hidayat atau dikenal dengan nama(Mang Juned). Anggota kesebelasan adalah KH. Maman Imanulhaq, Ian Alon Rajagukguk, Roy Romero, Franky Chandra, Richard Ahmad, Nanang Ariadi, Partoba Pangaribuan, Ariesta Budiyono, Helmi Atmaja, Yan Kurniawan, Novita Elly Efroza. Sebagai penasihat adalah Nia Sjarifudin.
Surat Petisi
Aliansi Supporter Indonesia (ASI)
Aliansi Suporter Indonesia (ASI) lahir dari keprihatinan para pecinta sepak bola tanah air terhadap kondisi sepak bola saat ini. Keprihatinan ini sebenarnya merupakan gambaran umum keprihatin masyarakat terhadap carut marut pengurus sebuah organisasi sepak bola tanah air yang dinamakan PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia). Dalam beberapa tahun belakangan ekspresi yang muncul dari masyarakat pecinta sepak bola Indonesia, jika berbicara tentang sepak bola nasional lebih banyak diwarnai oleh ekspresi kekecewaan. Kekecewaan itu karena masyarakat tahu bahwa pengelolaan sepak bola Indonesia tidak pernah mengalami perbaikan dan prestasi tim nasional Indonesia semakin menurun.
Tetapi baru baru ini saat sepak bola mulai melangkah untuk sebuah perbaikan prestasi, tim nasional yang telah sukses memenangkan beberapa pertandingan awal dengan gemilang dalam kompetisi AFF, telah mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat pecinta sepak bola khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, yang walaupun harus mengakui kehebatan tim nasional Malaysia yang telah menyabet gelar juara AFF untuk pertama kalinya.
Euforia masyarakat pecinta sepak bola, tidak dapat dilukiskan dengan kata kata, menyambut gembira saat tim kesayangannya memenangkan pertandingan demi pertandingan dengan gemilang. Namun belum usai mencapai babak final, orang orang yang tidak berkepentingan dalam pembinaan sepak bola, berebut mencari muka dengan mengundang timnas di saat mereka harus berkonsentrasi dan focus pada latihan menghadap lawannya pada babak final. Tetapi dengan arogannya Aburizal Bakrie yang notabene sebagai Ketua Umum Partai Golkar mengundang Timnas makan siang di rumah pribadinya, yang tentu saja ini telah mengganggu program latihan timnas. Tentunya masyarakat Indonesia tidak bodoh menanggapi undangan pribadi itu dan juga mendapat komentar negative dari beberapa tokoh partai politik lainnya.
Menyikapi semua itu, masyarakat pecinta sepak bola tanah air, tentu saja hanya menyalahkan kepada Ketua Umum PSSI Nurdin Halid yang harus mempertanggung jawabkan semua itu. Masyarakat pecinta sepak bola tanah aur telah lama tidak mempercayai lagi pada kepengurusan PSSI di bawah komando Nurdin Halid yang kontroversial dan mantan napi dengan beberapa kasus korupsi. Nama ketua umum PSSI, sudah tidak diakui lagi oleh organisasi sepak bola dunia FIFA, juga ditolak duduk sebagai salah seorang anggota eksekutiv AFC, yang mana ini telah membuktikan bahwa dunia internasionalpun sudah tidak mempercayai lagi PSSI dibawah kepemimpinan Nurdn Halid.
Oleh karena itu, berbagai kelompok supporter se Indonesia membentuk persatuan supporter yang kami namakan Aliansi Suporter Indonesia (ASI). Adapun tuntutan ASI adalah :
1. Menuntut resturiksasi atau reformasi dalam kepengurusan PSSI sesegera mungkin
2. Menolak politisasi sepakbola nasional dengan tidak mendudukkan kader partai dalam posisi puncak dan strategis
3. PSSI hanya dikelola oleh orang-orang independen dan profesional dalam bidangnya
4. Mengembalikan fungsi APBD yang sesuai dengan Pasal 155 PP nomor 58 Tahun 2005; Peraturan Mendagri no 58 Tahun 2005 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; dan Permendagri no. 13 Tahun 2006 tentang pedoman Pengelolaan keuangan Daerah; serta Surat Mendagri no .903/187/SJ yang berisi pelarangan penggunaan dana APBD secara rutin bagi klub sepakbola
5. Menuntut diadakannya audit kelembagaan PSSI secara transparan, bersih dan independen
6. PSSI harus memberikan izin pada setiap usaha kompetisi profesional yang ingin memajukan persepakbolaan Indonesia
7. Menolak calon ketua umum PSSI yang mempunyai perkara hukum.
8. Menuntut keamanan, kenyamanan dan fasilitas yang layak bagi penonton.
Jakarta,
Kapten Aliansi Supporter Indonesia (ASI)
( Mang Juned )
Anggota :
Djundan Hidayat (Mang Juned/Timnas) Kapten
Nanang Ariadi (Bonek)/Wakil Kapten
Ariesta Budiyono (Info Supporter )
Ian Alon Rajagukguk (PSSI Tandingan)
Roy Romero (Kampak Medan)
Yan Kurniawan (Bobotoh Persib)
Partoba Pangaribuan (Timnas)
Helmi Atmaja (Joglosemar)
Novita Elly Efroza (Singamania)
Richard Ahmad (The Jakmania)
Adal Bonai (Spartacs Padang)
Logistik/Kesehatan:
Sawunggaling Suroboyo
Bang Ryaen
Team Manager
Maman Imanulhaq
Nia Syarifudin
Sekertaris :Agnes

Tidak ada komentar:
Posting Komentar