PSSI

PSSI
Indonesia

Rabu, 11 Januari 2012

Fisika Gelombang

- Berdasarkan arah getar:

1. Gelombang transversal Þ arah getarnya tegak lurus arah rambatnya.
2. Gelombang longitudinal Þ arah getarnya searah dengan arah rambatnya.

- Berdasarkan cara rambat dan medium yang dilalui :

1. Gelombang mekanik Þ yang dirambatkan adalah gelombang mekanik dan untuk perambatannya diperlukan medium.

2. Celombang elektromagnetik Þyang dirambatkan adalah medan listrik magnet, dan tidak diperlukan medium.


- Berdasarkan amplitudonya:
1. Gelombang berjalan Þ gelombang yang amplitudonya tetap pada titik yang dilewatinya.
2. Gelombang stasioner Þ gelombang yang amplitudonya tidak tetap pada titik yang dilewatinya, yang terbentuk dari interferensi dua buah gelombang datang dan pantul yang masing-masing memiliki frekuensi dan amplitudo sama tetapi fasenya berlawanan.

Persamaan Gelombang Berjalan y=Asin(awt-kx)
y=A sin 2p/T (t- x/v )
y=A sin 2p (t/T-x/l)

Tanda (-) menyatakan gelombang merambat dari kiri ke kanan
A = amplitudo gelombang (m)
l = v.T = panjang gelombang (m)
v = cepat rambat gelombang (m/s)
k = 2p/l = bilangan gelombang (m')
x = jarak suatu titik terhadap titik asal (m)


Sudut fase
gelombang (q)
Fase
gelombang (F)
Beda fase gelombang (AF)
q = 2p [(t/T) - (x/l)
F = (t/T) - (x/l)
DF= Dx/l =( X2-X1)/l
Contoh:
Sebuah sumber bunyi A menghasilkan gelombang berjalan dengan cepat rambat 80 m/det, frekuensi 20 Hz den amplitudo 10 cm. Hitunglah fase den simpangan titik B yang berjarak 9 meter dari titik A, pada saat titik Asudah bergetar 16 kali !

Jawab:
f = 20 Hz ® perioda gelombang : T = 1/20 = 0,05 detik
panjang gelombang: l = v/f = 80/20 = 4 m

titik A bergetar 16 kali waktu getar t = 16/20 = 0,8 detik


fase titik B:

FB = t/T - x/l
= 0,8/0,05 - 9/4
= 13 ¾
= ¾ (ambil pecahaanya)
simpangan titik B:

YB = A sin 2p (t/T - x/l)
= 10 sin 2p (¾)
= 10 sin 270 = -10 cm
(tanda - menyatakan arah gerak titik B berlawanan dengan arah gerak awal titik A).

Pelayangan Dan Resonansi
Fisika Kelas 2 > Gelombang Dan Bunyi

Bunyi termasuk gelombang longitudinal yang dapat merambat pada medium padat, cair atau gas.

PELAYANGAN DAN RESONANSI BUNYI

Pelayangan adalah gejala mengeras dan melunaknya bunyi yang terjadi
secara teratur disebabkan oleh interferensi dua nada yang
frekuensinya berbeda sedikit.

fi ¹ f2 Þ Df = f1 - f2
1 layangan : gejala terjadinya dua pengerasan bunyi yang
berturutan. (1 layangan = keras - lemah - keras).

Resonansi
adalah ikut bergetarnya suatu benda karena pengaruh
getaran benda lain di dekatnya. Jadi freknensi kedua benda
sama.

f1 = f2 Þ Df = 0 Þ bunyi saling berinterferensi sempurna
(saling menguatkan). 


epat rambat gelombang transversal dalam dawai/tali : Cepat rambat gelombang dalam semua medium(umum) :
v = ÖF/m
F = gaya tegang tali = m.g
gaya beban
m = massa tali / panjang tali = m/l
v= l.f
l = panjang gelombang (m)
f =frekuensi gelombang (Hz)

Cepat rambat gelombang bunyi(longitudinal) dalam : Cepat rambat gelombang bunyi (longitudinal)dalam gas :
zat padat v = ÖE/r
zat cair v = ÖB/r

E = modulus elastis zat padat
B = modulus Bulk zat cair
p = kerapatan medium perambat

v = Ög P/r
P = tekanan gas (N/m2)

Jika perambatan bunyi dalam gas dianggap sebagai proses adiabatik maka
v= Ög RT/M
g = Cp/Cv = kons. Laplace.
r = kerapatan gas
T = suhu mutlak
M = massa satu mol gas(BM)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar